repository ptiq

Militer Dalam Perspektif Al-Qur’an (Relevansi Konsep Militer Rasulullah Dan Implementasi Dalam Kepemimpinan TNI)

Syarifuddin, Syarifuddin (2018) Militer Dalam Perspektif Al-Qur’an (Relevansi Konsep Militer Rasulullah Dan Implementasi Dalam Kepemimpinan TNI). Doctoral thesis, Institut PTIQ Jakarta.

[thumbnail of Naskah Disertasi] Text (Naskah Disertasi)
2018-SYARIFUDDIN-2016.pdf - Accepted Version

Download (2MB)

Abstract

Militer dalam perspektif Al-Qur’an dapat dipahami dalam arti: angkatan bersenjata yang terlatih dan terorganisir, tunduk, patuh bertugas menjaga dan membela keamanan negara dengan dilandasi keimanan kepada Allah dan Rasul-Nya serta setia kepada para pemimpin dan rakyat. Dimensi keimanan ini ditekankan untuk menjaga kemurnian pengabdian dan orientasi perjuangan tentara agar tidak terjerumus dalam penghiatan. Definisi di atas berdasarkan isyarat Al-Qur’an dan Al-hadis tentang konsep militer (tentara) yang secara profesional patuh kepada segala perintah Allah, RasulNya serta para pemimpin umat dalam mengemban tugas mereka. Disertasi ini memaparkan tentang kepemimpinan Rasulullah SAW dibidang militer yang memiliki relevansi dengan TNI, yang tercermin dalam tindakan dan prilaku semangat, berani dan cerdas, militan, tangguh dan trengginas serta percontohan teladan paripurna/insan kamil. Dalam memimpin militer, Rasulullah SAW mendahulukan etika dalam peperangan dan upaya mempertahankan diri. Hal ini berbeda misalnya dengan gaya kepemimpinan militer Hitler dan Jenghis Khan misalnya, yang cenderung melakukan segala cara demi mewujudkan ambisi menguasai suatu wilayah. Perspektif Al-Qur’an dan Al-hadis mengenai etika militer Rasulullah ditemukan dalam beberapa karakteristik, di antaranya: 1) Patuh setia pada perintah Allah, RasulNya, para pemimpin dan rakyat, 2) Komitmen dengan kesepakatan bersama dengan pihak lain, 3) Membela kaum yang tertindas, 4) Tidak merusak fasilitas umum, 5) Tidak merusak tempat bersejarah, 6) Tidak membunuh orang tua, wanita, anak kecil dan orang yang sudah menyerah. Disertasi ini memiliki kesamaan pendapat dengan Amirudin Syarif (1996) dan Mohammad Faisal Salam (2006), yang merumuskan konsep militer sebagai angkatan bersenjata yang terorganisir, setia dan patuh pada perintah pemimpin dan membela negara. Demikian juga penulis sepakat dengan John W. Brinsfield, (1998) Don M Snider (2014),danCharles D. Allen (2015) yang menyatakan bahwa militer harus menjalankan fungsinya secara profesional dan beretika. Temuan Disertasi ini berbeda dengan pendapat Niccolo Machiavelli (2005), yang mempertahankan kekuasaan dengan tangan besi atau dengan mempebolehkan tindakan kekerasan dalam menghadapi pertikaian di lingkungan masyarakat. Metode penafsiran yang digunakan dalam penelitian ini adalah: metode maudhu’i dan metode historis-kritis-kontekstual. Sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif digunakan untuk menghasilkan data yang bersifat deskriptif yang hasilnya disajikan dalam bentuk kualitatif.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: 200. Agama > 2X1. Al-qur'an dan Ilmu yang Berkaitan
Divisions: Pascasarjana > Disertasi > Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Siti Mariam
Date Deposited: 01 Jun 2023 02:33
Last Modified: 01 Jun 2023 02:33
URI: https://repository.ptiq.ac.id/id/eprint/1151

Actions (login required)

View Item
View Item