Bazlina, Ahsanti (2025) Bacaan Al-Qur’an dalam Tradisi Pinde Rume (Teori Tindakan Sosial Max Weber dalam Studi Living Qur’an Masyarakat Betawi Wilayah Menteng dalam, Tebet, Jakarta Selatan). Masters thesis, Universitas PTIQ Jakarta.
2025-AHSANTI BAZLINA-2022.pdf - Accepted Version
Download (2MB)
Abstract
Ahsanti Bazlina: Bacaan Al-Qur’an dalam Tradisi Pinde Rume (Teori Tindakan Sosial Max Weber dalam Studi Living Qur’an Masyarakat Betawi, Wilayah Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan)
Penelitian kualitatif deskriptif-analitis ini bertujuan mengungkap bagaimana Al-Qur’an secara aktif diinterpretasi dan diaktualisasikan dalam praksis budaya. Tidak hanya berorientasi pada deskripsi empiris fenomena, melainkan juga berupaya memberikan penjelasan kausal mengenai genesis dan mekanisme terjadinya fenomena tersebut, dengan penekanan pada konstruksi makna subjektif dari sudut pandang masyarakat yang terlibat
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembacaan Surah-surah tertentu (al-Baqarah, al-Mu’awwidzatain, Yasin) dalam Pinde Rume bukan sekadar ritualistik, melainkan merupakan manifestasi tafsir 'amali (interpretasi praktis) masyarakat terhadap Al-Qur’an. Ayat-ayat tersebut diyakini memiliki fungsionalitas esoteris sebagai penolak bala (tolak balak) dan jalb al-barakah (penarik keberkahan), yang merefleksikan pemahaman kolektif akan dimensi syifa' (penyembuh) dan rahmah (kasih sayang) Al-Qur'an dalam konteks ruang hunian baru.
Penelitian ini menemukan bahwa interpretasi masyarakat Betawi terhadap surah-surah pilihan dalam tradisi Pinde Rume, tetap berakar pada makna tekstual aslinya. Namun, terdapat perbedaan dalam fungsi dan penafsiran Surah Yasin di kalangan masyarakat Betawi dibandingkan dengan kandungan tematik aslinya. Secara umum, masyarakat Betawi memaknai Surah Yasin sebagai sarana untuk memohon syafaat bagi anggota keluarga yang telah meninggal dunia dan sebagai pengingat moral bagi mereka yang masih hidup. Secara esensial, Surah Yasin memiliki muatan tematik yang beragam dalam ajaran Islam.
Analisis Max Weber mengidentifikasi dominasi Tindakan rasional instrumental dan tindakan rasional nilai. Tindakan rasional instrumental tergambar dari keyakinan masyarakat akan efektivitas Qur’ani dalam menciptakan ketenteraman dan perlindungan secara konkret. Sementara itu, Tindakan rasional nilai muncul dari komitmen terhadap nilai-nilai keislaman yang diproyeksikan melalui tradisi, seperti kesyukuran dan solidaritas sosial. Tradisi Pinde Rume, oleh karena itu, merupakan bentuk integrasi hermeneutis di mana teks suci (Al-Qur’an) berdialog dengan konteks lokal, menghasilkan tafsir kolektif yang termanifestasi dalam tindakan sosial. Implikasinya, studi ini menegaskan relevansi pendekatan living Qur’an untuk memahami dinamika penafsiran Al-Qur’an yang hidup di tengah masyarakat, melampaui batasan teks dan memasuki ranah praksis budaya.
Kata Kunci: Living Qur’an, Tradisi Betawi, Teori Tindakan Sosial.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | 200. Agama > 2X1. Al-qur'an dan Ilmu yang Berkaitan |
| Divisions: | Pascasarjana > Tesis > Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Kamir Kamir |
| Date Deposited: | 23 Apr 2026 01:57 |
| Last Modified: | 23 Apr 2026 01:57 |
| URI: | https://repository.ptiq.ac.id/id/eprint/2050 |
