repository ptiq

Makna Tawasul dalam Tafsir Khawâthir Al-Sya’râwî Ḫaula Al-Qur’ân Al-Karîm Karya Muhammad Mutawalli Al-Sya’rawi

Munib, Mohamad (2025) Makna Tawasul dalam Tafsir Khawâthir Al-Sya’râwî Ḫaula Al-Qur’ân Al-Karîm Karya Muhammad Mutawalli Al-Sya’rawi. Masters thesis, Universitas PTIQ Jakarta.

[thumbnail of Naskah Tesis] Text (Naskah Tesis)
2025-MOHAMAD MUNIB-2022.pdf - Accepted Version

Download (1MB)

Abstract

Kesimpulan tesis ini adalah terkait penafsiran makna tawasul dari salah satu mufasir kontemporer asal Mesir yaitu Muhammad Mutawalli al-Sya’rawi dalam tafsirnya yaitu Khawâthir al-Sya’râwî Ḫaula Al-Qur’ân al-Karîm. Adapun tujuan tema ini diangkat sebagai sebuah penelitian ilmiah adalah untuk menjelaskan bahwa makna tawasul menurut al-Sya’rawi adalah cara mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan menyebut nama Nabi Muhammad Saw dan para kekasih-Nya (wali Allah) yang senantiasa dekat dengan-Nya, yakni dengan berdoa kepada Allah SWT guna meraih harapan atas nama Nabi atau para wali yang dicintai oleh Allah SWT. Definisi ini berbeda dengan definisi-definisi para mufasir pada umumnya, yang mendefinisikan tawasul lebih luas yaitu dengan melakukan hal-hal yang bisa mendekatkan diri seorang hamba kepada Allah SWT.
Tesis ini memiliki kesamaan pendapat dengan: Nawawi (W. 676 H), Ibnu Hajar al-Haitami (W. 974 H), Abdullah bin Siddiq al-Ghumari (W. 1993 M), dan Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki (W. 2004 M), yang menyatakan bahwa meminta syafaat atau bertawasul kepada orang saleh yang telah wafat merupakan perkara yang dianjurkan jika dilakukan dengan adab dan tanpa keyakinan syirik.
Sedangkan temuan tesis ini berbeda dengan pendapat: Ibnu Taimiyah (W. 728 H), Muhammad bin Abdul Wahhab (W. 1206 H), dan Nashiruddin al-Albani (W. 1419 H), yang menyatakan bahwa tawasul yang diperbolehkan hanyalah yang diperintahkan dalam Al-Qur’an dan Hadits saja. Sedangkan bertawasul kepada orang saleh yang sudah wafat merupakan termasuk kategori syirik.
Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research), yang mana data-data didapatkan melalui buku-buku yang berkaitan dengan objek yang dibahas. Di antara referensi tersebut terdiri dari sumber data primer dan sekunder. Adapun sumber data yang primer, penulis menggunakan tafsir al-Sya’rawi, khususnya penafsiran pada QS. al-Ma’idah ayat 35 terkait dengan makna tawasul. Sedangkan sumber data sekunder diambil dari buku, jurnal, artikel, disertasi, tesis, skripsi, dan semisalnya.

Kata Kunci: Tawasul, Tafsir, al-Sya’rawi.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: 200. Agama > 2X1. Al-qur'an dan Ilmu yang Berkaitan
Divisions: Pascasarjana > Tesis > Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Kamir Kamir
Date Deposited: 23 Apr 2026 03:00
Last Modified: 23 Apr 2026 03:00
URI: https://repository.ptiq.ac.id/id/eprint/2052

Actions (login required)

View Item
View Item