Tamsyur, Nurkhafifah (2025) Kesalehan Individual dan Sosial dalam Berjilbab Perspektif Muhammad Quraish Shihab dalam Tafsîr Al-Mishbâh. Masters thesis, Universitas PTIQ Jakarta.
2025-NURKHAFIFAH TAMSYUR-2023.pdf - Accepted Version
Download (2MB)
Abstract
Tesis ini membahas konsep kesalehan individual dan sosial dalam praktik berjilbab menurut perspektif M. Quraish Shihab sebagaimana ditafsirkan dalam Tafsîr Al-Mishbâh. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perdebatan mengenai kewajiban berjilbab dalam Islam, serta ragam pemaknaan yang muncul dalam konteks budaya, sosial, dan teologis. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menelaah bagaimana Quraish Shihab memahami jilbab: apakah sebagai bentuk kesalehan individual yang mencerminkan ketaatan personal kepada Allah, atau sebagai manifestasi kesalehan sosial yang berkaitan dengan etika masyarakat.
Metodologi yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Sumber primer berasal dari ayat-ayat Al-Qur’an yang membahas jilbab dan aurat, serta Tafsîr Al-Mishbâh karya Quraish Shihab. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif analitis dan teknik content analysis untuk mengkaji isi penafsiran secara sistematis dan mendalam.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Quraish Shihab, perintah berjilbab dalam Al-Qur’an tidak bersifat mutlak dan qat’i, melainkan harus dipahami secara kontekstual, mempertimbangkan ‘illat hukum, adat, serta kondisi sosial masyarakat. Ia menegaskan bahwa berjilbab adalah anjuran, bukan kewajiban mutlak, dan lebih mencerminkan kesalehan individual daripada tuntutan sosial. Namun demikian, Quraish Shihab tidak menafikan dimensi sosial dari berjilbab sebagai bagian dari etika dan identitas perempuan Muslim.
Persamaan antara pandangan Quraish Shihab dan ulama lainnya adalah pengakuan bahwa jilbab memiliki dasar syar’i dalam Al-Qur’an. Adapun perbedaanya terletak pada cara pendekatan dan penekanan hukum: jika mayoritas ulama klasik menegaskan bahwa berjilbab adalah kewajiban yang bersifat qat’i dan tidak membuka ruang tafsir ulang, maka Quraish Shihab menafsirkan jilbab sebagai bentuk anjuran yang bersifat moral dan kontekstual. Ia memberikan ruang ijtihad yang luas dengan mempertimbangkan maqâṣid al-syarîah, adat istiadat, dan realitas sosial. Dengan demikian, pendekatannya lebih fleksibel dan menempatkan nilai etis di atas formalisme hukum. Penelitian ini diharapkan dapat memperluas wacana tafsir tematik kontemporer, serta memberikan pemahaman yang lebih proporsional dan kontekstual terhadap makna dan fungsi berjilbab, baik dalam dimensi spiritual maupun sosial.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | 200. Agama > 2X1. Al-qur'an dan Ilmu yang Berkaitan |
| Divisions: | Pascasarjana > Tesis > Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Kamir Kamir |
| Date Deposited: | 23 Apr 2026 03:58 |
| Last Modified: | 23 Apr 2026 03:58 |
| URI: | https://repository.ptiq.ac.id/id/eprint/2054 |
