repository ptiq

Nilai-Nilai Islam Wasathiyyah Perspektif Tafsir Sunda (Studi Ayat Suci Lenyepaneun Karya Moh. E. Hasim)

Covaludin, Ahmad (2025) Nilai-Nilai Islam Wasathiyyah Perspektif Tafsir Sunda (Studi Ayat Suci Lenyepaneun Karya Moh. E. Hasim). Masters thesis, Universitas PTIQ Jakarta.

[thumbnail of Naskah Tesis] Text (Naskah Tesis)
2025-AHMAD COVALUDIN-2023.pdf - Accepted Version

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini menyimpulkan bahwa Ayat Suci Lenyepaneun karya Moh. Emon Hasim berhasil mengintegrasikan nilai-nilai wasathiyah dengan konteks lokal Sunda, sekaligus menunjukkan relevansi moderasi Islam dalam kehidupan berbangsa dan beragama. Nilai-nilai wasathiyah yang ditampilkan mencakup keseimbangan, toleransi, keadilan, serta persaudaraan, yang terbukti mampu menjawab problematika keagamaan, kebangsaan, dan kemanusiaan di Indonesia.
Persamaan penelitian ini dengan kajian sebelumnya terletak pada penekanan terhadap urgensi moderasi beragama sebagai solusi menghadapi radikalisme, ekstremisme, dan liberalisme. Sama halnya dengan gagasan Yusuf al-Qaradawi (w. 9 September 2022) tentang al-Wasathiyyah sebagai prinsip universal Islam, serta pemikiran Azyumardi Azra (w. 17 September 2022) yang menekankan moderasi dalam konteks keindonesiaan, penelitian ini juga menegaskan bahwa wasathiyah adalah konsep Qur’ani universal. Pandangan Quraish Shihab (l. 1944) turut memperkuat posisi moderasi sebagai jalan tengah dalam membangun tatanan masyarakat yang adil, harmonis, dan berkeadaban.
Perbedaan penelitian ini terletak pada fokus kajian terhadap tafsir lokal Sunda, khususnya Lenyepaneun, yang sebelumnya jarang dikaji secara mendalam. Jika penelitian Yusuf al-Qaradawi lebih banyak mengulas wasathiyah dari perspektif global umat Islam, dan Azyumardi Azra menekankan dimensi sejarah-institusional moderasi Islam di Nusantara, maka penelitian ini menghadirkan kontribusi baru dengan mengaitkan nilai wasathiyah dengan kearifan lokal Sunda. Pendekatan ini juga berbeda dengan Quraish Shihab yang lebih menitikberatkan pada metodologi tafsir Al-Qur’an dalam bingkai nasional, sementara penelitian ini menyoroti tafsir lokal dengan konteks budaya Nusantara.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), didukung analisis tafsir tematik (maudhu’i). Data primer bersumber dari Al-Qur’an dan Ayat Suci Lenyepaneun, sedangkan data sekunder berasal dari tafsir klasik, kontemporer, serta literatur akademik terkait moderasi Islam. Teknik analisis dilakukan secara deskriptif-analitis dengan menelaah interpretasi Moh. Emon Hasim, kemudian membandingkannya dengan penafsiran mufasir lain, sehingga diperoleh pemahaman komprehensif mengenai kekhasan tafsir lokal Sunda dalam mengaktualisasikan nilai-nilai wasathiyah.

Kata Kunci: Wasathiyyah, Moderasi Islam, Ayat Suci Lenyepaneun, Moh. Emon Hasim, Tafsir Sunda.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: 200. Agama > 2X1. Al-qur'an dan Ilmu yang Berkaitan
Divisions: Pascasarjana > Tesis > Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Kamir Kamir
Date Deposited: 24 Apr 2026 04:46
Last Modified: 24 Apr 2026 04:46
URI: https://repository.ptiq.ac.id/id/eprint/2057

Actions (login required)

View Item
View Item