Sidqie, Moh. (2025) Qirâat dan Implikasinya Terhadap Penafsiran Ayat- Ayat Hukum dalam Kitab Tafsir Adhwâ’ Al-Bayân Karya Muhammad Al-Amin Al-Syinqithi. Masters thesis, Universitas PTIQ Jakarta.
2025-MOH. SIDQIE-2023.pdf - Accepted Version
Download (1MB)
Abstract
Qirâat dan Implikasinya terhadap Penafsirannya menunjukkan bahwa Qirâat (variasi bacaan Al-Qur'an) memiliki pengaruh signifikan terhadap penafsiran ayat-ayat hukum, khususnya dalam kitab Tafsir Adhwâ’ al-Bayân karya Muhammad al-Amîn al-Syinqîthi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perbedaan Qirâat, baik mutawâtir (bacaan yang diriwayatkan secara luas dan diterima) maupun syâdz (bacaan yang diriwayatkan secara terbatas dan tidak umum), tidak hanya memperkaya pemahaman teks, tetapi juga memberikan fleksibilitas dalam penetapan hukum Islam. Penulis menegaskan bahwa penggunaan Qirâat syâdz sebagai penguat untuk Qirâat mutawâtir, seperti yang dilakukan oleh al-Syinqîthi, menunjukkan bahwa perbedaan bacaan yang shahih adalah rahmat yang mendukung prinsip maqâsid al-syarî‘ah (tujuan- tujuan syari’ah) dalam menjaga kemaslahatan umat.
Temuan utama penelitian ini adalah bagaimana variasi Qirâat, terutama Qirâat mutawâtir dan syâdz, memengaruhi interpretasi hukum dalam Tafsir Adhwâ' al-Bayân. Perbedaan bacaan ini dapat menghasilkan makna yang signifikan dalam ayat-ayat hukum, yang pada gilirannya memengaruhi interpretasi terkait kewajiban, larangan, dan syarat-syarat dalam pelaksanaan ibadah maupun mu‘āmalah. Misalnya, perbedaan pada kata karhan dan kurhan dalam QS. An-Nisa' [4]:19 menunjukkan bahwa Qirâat berperan dalam memperluas ranah perlindungan perempuan dari berbagai bentuk penindasan dalam pernikahan, baik secara fisik maupun batin. Selain itu, Qirâat syâdz juga digunakan untuk menyoroti aspek balâghah (keindahan bahasa) Al- Qur’an dan memperjelas dasar hukum yang diambil dari Al-Qur’an.
Beberapa tokoh, termasuk Muhammad al-Amîn al-Syinqîthi yang berpendapat bahwa Qirâat syâdz dapat digunakan sebagai penguat untuk menjelaskan Qirâat mutawâtir, selama didukung oleh Qirâat mutawâtir itu sendiri. Pandangan ini membuka ruang fleksibilitas dalam pemahaman hukum syariah. Selain itu, penulis juga merujuk pada pemikiran Ibnu al-Jazari dan al- Thabârî, yang menekankan bahwa variasi bacaan tidak hanya sekadar perbedaan teknis tetapi juga mencerminkan keragaman tradisi. Bagi Ibnu al- Jazari, semua Qirâat yang diterima oleh ulama adalah bentuk wahyu yang valid, yang menfasilitasi fleksibilitas hukum. Al-Thabari juga menggunakan Qirâat sebagai alat untuk memperluas wawasan Tafsir, yang memungkinkan interpretasi yang lebih mendalam dan komprehensif.
Penelitian ini mengidentifikasi adanya perbedaan pandangan di kalangan ulama mengenai penerimaan Qirâat syâdz dalam penafsiran hukum. Sebagian ulama menganggap Qirâat mutawâtir sebagai satu-satunya sumber hukum yang sah. Namun, al-Syinqîthi memiliki pandangan yang berbeda, di mana ia berargumen bahwa penggunaan Qirâat syâdz tetap sah selama didukung oleh Qirâat mutawâtir. Pendekatan al-Syinqîthi ini menimbulkan pertanyaan penting mengenai apakah tafsir yang disusun berdasarkan Qirâat syâdz memiliki otoritas hukum yang sama dengan Qirâat mutawâtir, atau hanya sebagai referensi tambahan.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka atau literatur. Pendekatan ini berfokus pada analisis teks dan sumber- sumber sekunder. Data penelitian dikumpulkan dari literatur ilmiah seperti buku, jurnal, dan karya-karya ilmiah lain yang relevan. Dalam konteks ini, penelitian menggunakan pendekatan Tafsir Maudu'i (tematik) dan Tafsir Muqaran (perbandingan). Tafsir Maudu’i digunakan untuk menganalisis ayat- ayat hukum yang berkaitan dengan topik Qirâat secara menyeluruh, sedangkan Tafsir Muqaran digunakan untuk membandingkan pandangan al- Syinqîthi dengan pendapat ulama lain seperti al-Thabârî dan al-Qurthubi. Pendekatan yang digunakan dalam tafsir ini menunjukkan bahwa Qirâat bukan sekadar variasi bacaan, tetapi juga memiliki implikasi teologis, hukum, dan kebahasaan.
Kata kunci: Qirâat, Tafsir, Adhwâ’ al-Bayân, Ayat Hukum, Maqâṣid al- syarî‘ah dan metode kualitatif
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | 200. Agama > 2X1. Al-qur'an dan Ilmu yang Berkaitan |
| Divisions: | Pascasarjana > Tesis > Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Kamir Kamir |
| Date Deposited: | 29 Apr 2026 09:48 |
| Last Modified: | 29 Apr 2026 09:48 |
| URI: | https://repository.ptiq.ac.id/id/eprint/2059 |
