Mutqillahis Surur, Ahmad (2025) Makna Dha’îf dalam Perspektif Al-Qur’an (Studi Komparatif Atas Tafsîr Al-Qur’ân Al-Azhîm Karya Ibnu Katsîr dan Tafsîr Al-Jailânî Karya ‘Abdul Qâdir Al-Jailânî). Masters thesis, Universitas PTIQ Jakarta.
2025-AHMAD MUTQILLAHIS SURUR-2023.pdf - Accepted Version
Download (1MB)
Abstract
Kesimpulan Tesis ini yaitu bahwa konsep dha‘îf (kelemahan) dalam Al-Qur’an tidak semata-mata dipahami sebagai keterbatasan fisik atau psikologis manusia, tetapi juga sebagai pintu menuju kesadaran spiritual dan ketergantungan mutlak kepada Allah. Tafsir Ibn Katsîr (w. 774 H) menekankan kelemahan manusia dari aspek biologis, sosial, dan ketidakmampuan melawan hawa nafsu, sedangkan Tafsîr al-Jailânî (w. 571 H) menafsirkan kelemahan sebagai sarana penyucian jiwa dan penguatan dimensi ruhani.
Temuan orisinal Tesis ini adalah bahwa dha’îf bukanlah sebuah celaan, melainkan fondasi yang membentuk kesadaran sosial sekaligus spiritual manusia. Penelitian ini menegaskan bahwa konsep kelemahan tidak dapat dipahami secara tunggal, melainkan saling melengkapi antara dimensi syariat dan tasawuf. Ibn Katsîr menggarisbawahi sisi praktis seperti perlindungan bagi orang-orang lemah, sedangkan al-Jailânî menekankan sisi transendental berupa tawâdhu’, tawakkal, dan kesadaran akan keterbatasan diri.
Kesimpulan ini memiliki titik temu dengan pemikiran al-Ghazâlî (w. 505 H), yang memandang kelemahan manusia sebagai jalan untuk mengenal keterbatasan diri sekaligus sarana mendekatkan diri kepada Allah. Persamaannya terletak pada pengakuan bahwa kelemahan justru melahirkan kekuatan spiritual. Perbedaannya, Ibn Katsîr (w. 774 H) lebih fokus pada aspek lahiriah sesuai corak bi al-ma’tsûr, sementara al-Jailânî dan al-Ghazâlî (w. 505 H) menekankan makna batiniah yang bernuansa sufistik.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan komparatif-analitis, serta dengan menggunakan metode tafsir muqaran untuk membandingkan kedua penafsiran. Sumber utama penelitian adalah Tafsîr al-Qur’ân al-‘Azhîm dan Tafsîr al-Jailânî, dengan ditopang oleh literatur sekunder berupa karya-karya akademis kontemporer tentang konsep kelemahan manusia dalam Al-Qur’an. Analisis dilakukan dengan cara mengidentifikasi ayat-ayat yang memuat kata dha’îf, menelusuri perbedaan penafsiran kedua mufassir, serta menghubungkannya dengan kerangka teoretis dan kajian akademis yang lebih luas.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | 200. Agama > 2X1. Al-qur'an dan Ilmu yang Berkaitan |
| Divisions: | Pascasarjana > Tesis > Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Kamir Kamir |
| Date Deposited: | 29 Apr 2026 10:00 |
| Last Modified: | 29 Apr 2026 10:00 |
| URI: | https://repository.ptiq.ac.id/id/eprint/2060 |
