repository ptiq

Konsep Membangun Budaya Organisasi Perspektif Al Qur’an Surah Al-Fātiḥah

Solihin, Agung (2025) Konsep Membangun Budaya Organisasi Perspektif Al Qur’an Surah Al-Fātiḥah. Masters thesis, Universitas PTIQ Jakarta.

[thumbnail of Naskah Tesis] Text (Naskah Tesis)
2025-AGUNG SOLIHIN-2023.pdf - Accepted Version

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini merumuskan dan menguji secara konseptual-operasional Model Tujuh Pilar Budaya Organisasi berbasis Surah al-Fātiḥah sebagai jembatan antara horizon normatif-teologis dan ilmu organisasi modern. Berangkat dari masalah klasik decoupling jarak antara nilai yang diucapkan dan perilaku yang dijalankan, riset ini menawarkan kerangka budaya yang dapat diaudit dan siap diimplementasikan. Metodologi yang digunakan adalah kualitatif tematik-hermeneutik: teks al-Fātiḥah dibaca melalui lingkaran hermeneutik (bagian keseluruhan) dengan triangulasi lintas-tafsir (klasik-modern), lalu dimetakan ke arsitektur tiga lapis budaya Schein (asumsi dasar - nilai yang diusung - artefak) serta karakteristik budaya Robbins. Hasilnya ialah tujuh pilar yang saling menopang: God Awareness, Self Awareness, Giving Awareness, Vision, Purpose & Mission, Values, dan Behavior. Setiap pilar diturunkan menjadi domain makna, indikator konseptual, dan indikator operasional di tiga tingkat budaya; disejajarkan dengan standar tata kelola mutakhir ISO 37000/37301/37002/30415/45003, COSO ICSR (2023), dan ISSB IFRS S1/S2 agar dapat diteluskan sebagai bukti kebijakan, proses, dan perilaku.
Kontribusi utama riset ini adalah bridging theory yang memperluas definisi budaya organisasi: dari “sistem makna bersama” menjadi “sistem makna bernilai dan terukur.” Secara praktis, penelitian menghasilkan toolkit (matriks asesmen 7×3: Desain-Implementasi-Bukti; kuesioner 360°; SOP bernilai tinggi termasuk whistleblowing; paket OKR lintas-fungsi; dashboard budaya dan protokol assurance) serta roadmap empat fase (foundation - build - embed - mature). Ilustrasi terarah pada tiga entitas (bank syariah, BAZNAS, dan lembaga filantropi) menunjukkan keterterapan model lintas sektor dan menjelaskan quick wins (ethics-gate promosi, post-mortem tanpa menyalahkan, speak-up terlindungi) berikut metrik kunci (mis. speak-up rate, retaliation-free resolution, ethics-pass promotion rate).
Keterbatasan riset terletak pada dominannya rancangan kualitatif dan perlunya validasi psikometrik untuk memisahkan espoused vs enacted values (CFA, measurement invariance). Meski demikian, model ini memberikan peta jalan normatif-operasional yang konsisten, evaluabel, dan replikatif untuk organisasi yang ingin menyatukan transendensi, kemanusiaan, dan tata kelola modern dalam satu arsitektur budaya.

Kata kunci: al-Fātiḥah; budaya organisasi; Schein; ISO–COSO–ISSB; God/Self/Giving Awareness; Vision - Purpose & Mission; Values - Behavior; whistleblowing; psychological safet

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: 200. Agama > 2X1. Al-qur'an dan Ilmu yang Berkaitan
Divisions: Pascasarjana > Tesis > Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Kamir Kamir
Date Deposited: 29 Apr 2026 10:07
Last Modified: 29 Apr 2026 10:07
URI: https://repository.ptiq.ac.id/id/eprint/2061

Actions (login required)

View Item
View Item