repository ptiq

Agensi Kesalehan Maryam sebagai Pola Emansipasi Spiritual Perempuan Perspektif Al-Quran

Millati, Halya (2026) Agensi Kesalehan Maryam sebagai Pola Emansipasi Spiritual Perempuan Perspektif Al-Quran. Doctoral thesis, Universitas PTIQ Jakarta.

[thumbnail of Naskah Disertasi] Text (Naskah Disertasi)
2026-HALYA MILLATI-2022.pdf - Accepted Version

Download (2MB)

Abstract

Disertasi ini menyimpulkan bahwa agensi kesalehan Maryam dalam perspektif Al-Quran merupakan kepatuhan perempuan yang otonom melalui pembentukan spiritualitas secara sadar, sekaligus berkembang menjadi daya kritis terhadap relasi patriarki. Agensi kesalehan adalah kapasitas perempuan untuk membentuk kesalehan secara sadar, reflektif, dan kritis di ranah personal maupun sosial. Sesuai pola spiral takhalliy-tah}alliy-tajalliy, agensi Maryam termanifestasi dalam kesalehan personal seperti penghargaan atas jati diri perempuan bergerak menuju kesadaran sosial yang kritis dan tanggung jawab terhadap kosmos. Disertasi ini menawarkan pola emansipasi spiritual perempuan transformatif dan berkelanjutan, sehingga diharapkan dapat berkontribusi dalam penguatan advokasi kesetaraan spiritual yang egaliter dan kontekstual.
Kesimpulan tersebut diperoleh melalui metode kajian pustaka dan analisis tematik terhadap ayat-ayat Al-Quran, dielaborasi dengan konsep pious agency Saba Mahmood (w. 2022) tentang kapasitas otonom kepatuhan perempuan dan pious critical agency dari Rinaldo (l. 1970) yang mereformulasi pious agency menjadi agensi kritis. Disertasi ini juga mengintegrasikan konsep tazkiya>t al-nafs dari al-Ghazali dan spiritual emancipation dari Laura Sabia (w. 1996) dalam perumusan pola spiral emansipasi spiritual perempuan. Pembacaan integratif tersebut digunakan untuk menelusuri isyarat Al-Quran tentang agensi kesalehan Maryam yang otonom dan kritis serta merekonstruksi pola spiral emansipasi spiritual perempuan dari pembentukan kesalehan personal menuju kesadaran sosial dan tanggung jawab kosmik.
Temuan ini sependapat dengan pemikiran Saba Mahmood (2004) yang menempatkan kesalehan sebagai bentuk agensi, serta Ibnu ‘Arabī (1824) dan Nasaruddin Umar (2014) tentang kapasitas perempuan sebagai subjek spiritual dalam mencapai maqāmāt tertinggi. Disertasi ini juga selaras dengan Rachel Rinaldo (2013) tentang konsep agensi kesalehan kritis, serta Sachiko Murata (1992) dan Nur Arfiyah Febriani (2017) mengenai relasi komplementer manusia dengan alam.
Sebaliknya, temuan ini berbeda pandangan dengan Arin Shawkat Salamah Qudsi (2011), Sara Abdel Latif (2020), dan Milad Milani (2023) yang mendiskreditkan potensi spiritual perempuan. Tiga tokoh ini tidak mengakui kemampuan perempuan menempati posisi strategis dalam tasawuf. Di sisi lain, temuan ini juga berbeda pandangan dengan Simone de Beauvoir (1049) dan Ayaan Hirsi Ali (2007), yang menempatkan emansipasi perempuan pada kebebasan yang absulut dan sekuler; tanpa melibatkan peran agama.
Disertasi ini merupakan studi kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis, melalui kajian pustaka terhadap sumber primer berupa ayat tentang kisah Maryam dan literatur tentang teori sastra dan seni kisah dari Muhammad Ahmad Khalafullah (2002) serta ma’na-cum-maghza dari Sahiron Syamsuddin (2020). Sementara sumber sekunder meliputi literatur tafsir, tasawuf, antropologi agama dan studi gender. Metode penafsiran yang digunakan ialah tafsir tematik dengan pendekatan sastra dan kontekstual. Peranti metodologis ini memungkinkan penarikan makna historis, signifikansi fenomenal historis dan dinamis dalam bentuk advokasi kesetaraan spiritual dan aktivisme kesalehan perempuan terhadap lingkungan sosial serta alam sekitar.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: 200. Agama > 2X1. Al-qur'an dan Ilmu yang Berkaitan
Divisions: Pascasarjana > Disertasi > Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Kamir Kamir
Date Deposited: 01 May 2026 03:09
Last Modified: 01 May 2026 03:09
URI: https://repository.ptiq.ac.id/id/eprint/2073

Actions (login required)

View Item
View Item