Nurjanah, Nurjanah (2026) Perlindungan Jiwa Relawan Kemanusiaan Perspektif Al-Qur'an. Doctoral thesis, Universitas PTIQ Jakarta.
2026-NURJANAH-2021.pdf - Accepted Version
Download (2MB)
Abstract
Disertasi ini menyimpulkan bahwa perlindungan jiwa relawan kemanusiaan perspektif Al-Qur’an perlu dirumuskan dalam model tiga dimensi yang saling terhubung, yaitu perlindungan fisik, perlindungan mental, dan perlindungan spiritual. Perlindungan fisik meliputi pencegahan serangan, jaminan kesehatan, kebutuhan pangan dan air, keselamatan kerja, serta akses evakuasi dan layanan medis. Perlindungan mental mencakup pencegahan intimidasi, kekerasan verbal, trauma, stres, dan kelelahan, disertai konseling serta pemulihan psikososial. Perlindungan spiritual mencakup kebebasan beribadah, pendampingan keagamaan, penguatan makna pengabdian, dan pemeliharaan harapan. Ketiga dimensi tersebut dijalankan melalui tahap preventif, respons darurat, dan pemulihan pascatugas.
Ketiga dimensi tersebut merupakan kategori substantif-analitis. Adapun lima unsur perlindungan operasional yang ditekankan dalam Pedoman Manajemen Relawan PMI 2023 perlindungan hukum, kesehatan, keamanan, keselamatan, dan dukungan psikologis—dipetakan ke dalam tiga dimensi tersebut sebagai instrumen dan mekanisme lintas dimensi; sementara dimensi spiritual menjadi penguatan khas yang diturunkan dari kerangka Al-Qur’an.
Kesimpulan tersebut diperoleh melalui tafsir tematik terhadap ayat-ayat tentang ḫifzh al-nafs, al-amn, an-nushrah, at-ta‘âwun, al-ukhuwwah, tathawwu‘, al-anshâr, al-muḫsinîn, dan al-mutashaddiqîn. Hasil penafsiran kemudian dianalisis dengan teori perlindungan hukum, teori hak dasar manusia, konsep human security, maqâshid al-syarî‘ah, serta data mengenai ancaman terhadap tenaga medis, jurnalis, dan relawan kemanusiaan di Palestina.
Disertasi ini mendukung pandangan al-Ghazālī (w. 1111 M), al-Syāṭibī (w. 1388 M), Ibn ‘Āsyūr (1946), Jasser Auda (2008), serta para mufasir klasik dan kontemporer yang menempatkan perlindungan jiwa, martabat, akal, dan agama sebagai tujuan mendasar syariat. Pandangan tersebut menegaskan bahwa menjaga relawan bukan sekadar kewajiban administratif organisasi, melainkan kewajiban moral, hukum, dan keagamaan.
Disertasi ini berbeda dari pendekatan yang membatasi perlindungan relawan pada keamanan fisik atau status hukum nonkombatan. Kebaruan penelitian terletak pada formulasi Model Perlindungan Tiga Dimensi Relawan Kemanusiaan Berbasis Al-Qur’an, yang mengintegrasikan perlindungan fisik, mental, dan spiritual dengan mekanisme pencegahan, penanganan kedaruratan, pelaporan pelanggaran, serta pemulihan.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis penelitian kepustakaan, pendekatan tafsir tematik, pendekatan maqâshid al-syarî‘ah, pendekatan normatif-humaniter, dan analisis studi kasus Palestina.
| Item Type: | Thesis (Doctoral) |
|---|---|
| Subjects: | 200. Agama > 2X1. Al-qur'an dan Ilmu yang Berkaitan |
| Divisions: | Pascasarjana > Disertasi > Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Kamir Kamir |
| Date Deposited: | 30 Sep 2026 08:29 |
| Last Modified: | 30 Sep 2026 08:29 |
| URI: | https://repository.ptiq.ac.id/id/eprint/2145 |
