Huda, Hisbulloh (2026) Pendekatan Shifting Paradigm Dalam Terjemahan Al-Qur’an Kementerian Agama Republik Indonesia. Doctoral thesis, Universitas PTIQ Jakarta.
2026-Hisbulloh Huda-2023.pdf - Accepted Version
Download (3MB)
Abstract
Disertasi ini menyimpulkan bahwa Terjemahan Al-Qur'an Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) merupakan produk linguistik yang dinamis dan progresif, bukan produk kebahasaan yang baku, final, dan statis. Temuan inti disertasi ini mengungkap keniscayaan pergeseran paradigma (shifting paradigm) yang tegas dari pendekatan tradisional-tekstual menuju paradigma yang fungsional, dinamis, dan kontekstual.
Kesimpulan di atas diperoleh melalui analisi kata dalam terjemahan tafsir kementerian agama melalui shifting paradigm yang di gagas oleh Thomas Samuel Kuhn, dalam buku yang berjudul The Structure of Scientific Revolutions yang diterbitkan pada Tahun 1996. Terjemahan kemenag mengakomodir dinamika sosial-politik yang mendorong lahirnya paradigma penerjemahan baru di Indonesia. Pergeseran ini termanifestasi secara nyata pada empat ranah diskursus utama: (1) ranah teologis, melalui penafsiran moderat dan inklusif pada ayat-ayat mutasyabihat (seperti Q.S. Thāhā/20:5 dan Q.S. Al-Fatẖ/48:10); (2) ranah sosial-kebangsaan, guna mencegah intoleransi melalui rekonstruksi kontekstual kata awliyā’ (Q.S. Al-Mā’idah/5:51) dari "pemimpin" menjadi "teman setia" atau "penolong"; (3) ranah gender, yang menandai transisi dari nalar patriarkis menuju tanggung jawab relasional dengan mengubah padanan kata bagi laki-laki (Q.S. An-Nisā’/4:34) dari “pemimpin” menjadi “penanggung jawab”; dan (4) ranah hukum dan muamalah (seperti Q.S. An-Nisā’/4:11-12 dan Q.S. Al-Baqarah/2:282), di mana instrumen catatan kaki difungsikan secara strategis untuk memberikan ruang interpretasi sosio-historis demi keadilan sosial kekinian seraya tetap mempertahankan redaksi teks yang baku (qath'i).
Disertasi ini mengkritik pandangan tradisional, sebagaimana dilakukan oleh Abdullah Saeed dalam buku yang berjudul Interpreting the Qur'an: Towards a Contemporary Approach yang terbitkan pada Tahun 2006 yang kerap melakukan sakralisasi terhadap terjemahan Al-Qur'an sehingga memunculkan stagnansi pendekatan harfiah yang memicu krisis teologis dan sosiologis, seperti pemahaman keagamaan yang eksklusif, radikal, dan intoleran.
Sebaliknya, penelitian ini mempertegas fungsi terjemahan sebagai instrumen ideologis negara untuk mengarusutamakan moderasi beragama. Disertasi ini juga memberikan legitimasi teologis yang kokoh bagi gerakan perempuan Islam di Indonesia serta memperkaya peta diskursus tafsir dengan mengafirmasi pendekatan kontekstual yang mengusung nilai keadilan gender, sekaligus memberikan pijakan kritik akademis terhadap kecenderungan tekstual-konservatif dari mufasir klasik maupun kelompok literalis modern.
Metode penelian dalam disertasi ini menggunakan metode kualitatif yang mengintegrasikan pendekatan historis dan analisis isi (content analysis), untuk menemukan dimanika terjemahan yang kontektual dalam terjemahan Kemenag RI.
| Item Type: | Thesis (Doctoral) |
|---|---|
| Subjects: | 200. Agama > 2X1. Al-qur'an dan Ilmu yang Berkaitan |
| Divisions: | Pascasarjana > Disertasi > Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Siti Mariam |
| Date Deposited: | 06 Oct 2026 05:17 |
| Last Modified: | 06 Oct 2026 05:17 |
| URI: | https://repository.ptiq.ac.id/id/eprint/2151 |
