repository ptiq

Etika Nikomakea Burhāni Terhadap Relasi Suami Istri Perspektif Al-Qur’an

Royana, Agam (2026) Etika Nikomakea Burhāni Terhadap Relasi Suami Istri Perspektif Al-Qur’an. Doctoral thesis, Universitas PTIQ Jakarta.

[thumbnail of Naskah Disertasi] Text (Naskah Disertasi)
2026-AGAM ROYANA-2023.pdf - Accepted Version

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini menyimpulkan bahwa rekonstruksi Etika Nikomakea melalui landasan epistemologi Burhānī terhadap ayat-ayat etika dalam al-Qur’an menggeser orientasi individual dalam pemikiran Aristoteles menjadi lebih rasional dan relasional. Konsep kebahagiaan dan keutamaan individual dalam etika Nikomakea ditransformasikan menjadi kapasitas moral yang terwujud dalam keadilan, empati, tanggung jawab, Ma‘rūf dan Iḥsān. Konsep ini kemudian menjadikan relasi suami-istri sebagai medan implementasi kontekstual, sehingga melahirkan model etika yang koheren secara logis, berbasis maslahat bersama, dan berorientasi pada keberlanjutan serta tujuan relasi yang transenden sebagai suami-istri.
Kesimpulan tersebut diperoleh melalui sintesis antara etika Nikomakea Aristoteles yang menekankan konsep keutamaan sebagai jalan menuju kebaikan, dengan epistemologi Burhāni yang menuntut koherensi rasional dan verifikasi dalam realitas praksis, lalu direkonstuksi dalam kerangka normatif al-Qur’an. Melalui identifikasi tematik atas prinsip-prinsip obyektif etika al-Quran seperti ‘Adl, Amānah, Raĥmah, Ma‘rūf, Iḥsān dan konsep relasi suami istri seperti Mithāq Ghalīdz, Sakinah Mawaddah wa Raḥmah, Mua’syarah bi al-Ma‘rūf, Anta wa Zawjuka, dan Libās. Penelitian ini merumuskan kerangka konsep obstraktif yang bersifat etis, obyektif dan lebih aplikatif.
Model Etika Nikomakea Burhāni perspektif al-Qur’an ini mendukung pandangan Aristoteles (384-322 SM), Ibn Miskawayh (330-421 H), dan Thomas Aquinas (1225-1274 M) dalam hal penegasan bahwa etika berpusat pada pembentukan keutamaan (virtue/akhlak) sebagai jalan menuju kebaikan tertinggi, serta pentingnya rasionalitas, interaksi sosial dan praksis dalam mengarahkan tindakan mulia manusia.
Namun model ini berbeda pandangan dengan Plato (427-347 SM) yang meyakini dunia ide sebagai kebenaran sejati, bukan dari dimensi praksis sebagaimana Aristoteles. Francis Bacon (1561-1626 M) yang menolak metode deduktif-silogis Aristoteles, dan melahirkan induktif modern yang mendorong ilmu pengetahuan dibangun atas eksperimen. Serta Ghazali (1058-1111 M) yang menekankan bahwa kesempurnaan akhlak dicapai melalui jalan sufistik mistik, tasawuf/‘Uzlah individual. Serta pemahaman Jahm ibn Safwan (w. 131 H), pencetus aliran Fatalisme/Jabariyah yang mengatakan bahwa karakter manusia merupakan bawaan lahir yang tidak bisa dirubah.
Struktur rasional Etika Nikomakea Aristoteles yang meliputi Eudaimonia sebagai tujuan, keutamaan dan relasi etika sebagai ruang aktualisasi, dipahami kembali sebagai konsep rasional yang direkonstruksi melalui koherensi logis dan verifikasi praksis dengan epistemologi Burhāni. iv

Sehingga kebaikan tidak berhenti pada klaim teleologis individual, tetapi terbukti dalam konteks yang lebih konkret seperti relasi suami-istri. Dari sini tampak bahwa asumsi epistemologis-etis Aristotelian yang berakar pada rasionalitas otonom dan horizon polis bersifat kontekstual Helenistik, sehingga tidak sepenuhnya kompatibel dengan etika Qur’ani yang mengintegrasikan rasio dan wahyu serta orientasi tauhidik transendental. Melalui pendekatan Tafsir Mawdhū‘i konstruktif, prinsip-prinsip etika relasional al-Qur’an seperti keadilan, Ma‘rūf, Iḥsān, dan tanggung jawab resiprositas dapat diabstraksikan sebagai standar normatif relasi suami-istri. Sintesis Burhāni atas keduanya kemudian melahirkan model etika relasional yang menempatkan keutamaan sebagai kapasitas moral yang terobjektivikasi dalam pembagian peran berbasis kemampuan, pengambilan keputusan berbasis maslahat bersama, serta resolusi konflik yang adil dan empatik. Implikasi paradigmatik dari model ini adalah pergeseran tafsir relasi keluarga Islam kontemporer dari pola normatif-hierarkis menuju pola rasional-relasional yang koheren, kontekstual, dan tetap berakar pada prinsip etika al-Qur’an.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan desain kajian pustaka (Library Research) menggunakan metode tafsir tematik dengan menganalisa ayat-ayat al-Qur’an yang berkaitan dengan prinsip etika dan relasi suami istri berdasarkan tema, konteks dan relasi maknanya.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: 200. Agama > 2X1. Al-qur'an dan Ilmu yang Berkaitan
Divisions: Pascasarjana > Disertasi > Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Kamir Kamir
Date Deposited: 20 Oct 2026 06:09
Last Modified: 20 Oct 2026 06:09
URI: https://repository.ptiq.ac.id/id/eprint/2160

Actions (login required)

View Item
View Item