repository ptiq

Pendekatan Komunikasi Berbasis Al-Qur’an dalam Penanggulangan Pornografi Bagi Anak di Media Sosial

Sugiarto, Sugiarto (2021) Pendekatan Komunikasi Berbasis Al-Qur’an dalam Penanggulangan Pornografi Bagi Anak di Media Sosial. Doctoral thesis, Institut PTIQ Jakarta.

[thumbnail of Pendekatan Komunikasi Berbasis Al-Qur’an dalam Penanggulangan Pornografi Bagi Anak di Media Sosial] Text (Pendekatan Komunikasi Berbasis Al-Qur’an dalam Penanggulangan Pornografi Bagi Anak di Media Sosial)
2021-SUGIHARTO-2016.pdf - Accepted Version

Download (2MB)

Abstract

Pendekatan komunikasi berbasis Al-Qur’an adalah pendekatan komunikasi yang menggunakan model persuasif (QS.4: 63), penuh kearifan (QS.2: 235), humanis (QS.17: 23), berbobot (QS.73: 5), sesuai konteks (QS.4: 9), ucapan atau narasi terbaik (QS.41:33), santun (QS.20:44), logis dan mudah dipahami (QS.17:28). Pendekatan komunikasi semacam ini sangat memudahkan seseorang dalam menerima pesan yang disampaikan serta diharapkan dapat dilaksanakannya pesan tersebut sesuai yang dikehendaki oleh penyampai pesan.
Pendekatan komunikasi Qur’ani yang dicontohkan melalui kisah kisah dinilai efektif dalam membangun kedekatan emosional orang tua dengan anak. Pesan yang yang disampaikan melalui kisah-kisah dalam Al- Qur’an meliputi nilai-nilai ketauhidan, ketaatan ibadah, cinta, kasih sayang, empati, tanggung jawab dan kepedulian pada sesama, dinilai sangat penting untuk menyelesaikan berbagai permasalahan, termasuk penanggulangan pornografi anak di media sosial. Penanggulangan pornografi anak di media sosial dengan menggunakan pendekatan komunikasi berbasis Al-Qur’an meliputi upaya promotif (larangan mendekati zina, pendidikan seks proporsional, bijak mamanfaatkan gawai, arif dalam bermedia sosial, peningkatan literasi digital), preventif (memperkuat peran strategis keluarga), kuraktif (pendampingan keluarga, pengalihan perhatian kepada hal-hal positif) dan rehabilitatif (internal dan pelibatan ahli yang berkompeten).
Temuan dalam disertasi ini mendukung pendapat Abdullah Nashih ‘Ulwan (2019), Mark B. Kastleman (2016), dan Seto Mulyadi (2019) yang menyatakan bahwa pornografi bukan hanya persoalan kebebasan berekspresi seseorang, akan tetapi juga menyangkut banyak kepentingan yang sangat membahayakan bagi kepentingan yang lebih luas, terlebih jika pornografi dikonsumsi oleh anak. Temuan dalam penelitian ini bertentangan dengan pendapat Wendy McElroy (1997) yang menyatakan bahwa seseorang memiliki hak atas tubuhnya dan berhak juga untuk mengekspresikan, mempertontonkan bahkan mendistribusikannya. Pendapat Wendy McElroy ini tidak sesuai dengan tuntunan dalam agama Islam yang mengajarkan bahwa dalam diri seseorang ada bagian tubuh yang harus ditutup dan tidak boleh dipertontonkan kepada orang lain kecuali dihadapan mahram atau yang dibenarkan oleh syariat.
Penelitian yang dilakukan dalam disertasi ini adalah menggunakan metode kualitatif berbasis riset kepustakaan, publikasi hasil penelitian, jurnal, artikel di laman website, serta sumber-sumber otoritatif yang dapat dipertanggungjawabkan. Adapun penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an dalam penelitian ini menggunakan metode maudhu’i ( tafsir tematik), dengan melakukan inventarisasi ayat-ayat yang dibahas kemudian mencari penafsiran dari para mufassir dan kemudian penulis memberikan pendapat atas ayat-ayat yang dibahas.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: 200. Agama > 2X1. Al-qur'an dan Ilmu yang Berkaitan
Divisions: Pascasarjana > Disertasi > Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Siti Mariam
Date Deposited: 19 Nov 2021 03:51
Last Modified: 19 Nov 2021 03:51
URI: https://repository.ptiq.ac.id/id/eprint/414

Actions (login required)

View Item
View Item