repository ptiq

Fondasi Psikopatologi Islam: Suatu Pendekatan Psikofilosofis terhadap Konsep Gangguan Jiwa dan Faktor Penyebabnya dalam Al-Qur’an

Gama, Cipta Bakti (2018) Fondasi Psikopatologi Islam: Suatu Pendekatan Psikofilosofis terhadap Konsep Gangguan Jiwa dan Faktor Penyebabnya dalam Al-Qur’an. Doctoral thesis, Institut PTIQ Jakarta.

[thumbnail of Fondasi Psikopatologi Islam: Suatu Pendekatan Psikofilosofis terhadap Konsep Gangguan Jiwa dan Faktor Penyebabnya dalam Al-Qur’an] Text (Fondasi Psikopatologi Islam: Suatu Pendekatan Psikofilosofis terhadap Konsep Gangguan Jiwa dan Faktor Penyebabnya dalam Al-Qur’an)
2018-Cipta Bakti Gama-2015.pdf

Download (15MB)

Abstract

Kesimpulan disertasi ini adalah bahwa fondasi psikopatologi Islamdirumuskan dalam bentuk integratif yang mencakup dimensi bio-psiko-sosio-spiritual, dan menuntut studi yang bercorak multidisipliner. Hal ini didasarkan pada tafsir terhadap ayat-ayat yang menggunakan kata insân, basyar, nâs, nafs, qalb, rûḥ, shadr, fuʽâd, lubb, sam’, bashar, ‘aql, syahawât, hawâ, fithrah, beserta berbagai derivasinya; ayat-ayat tentang emosi dasar; juga ayat-ayat yang menggunakan kata maradh, zaygh, thughyân, tazyîn, taswîl, khatm, thab’, qufl, akinnah, rayn, qaswah, zhulmah, dan dhîq, beserta berbagai derivasinya. Ayat-ayat tersebut mengisyaratkan bahwa manusia memiliki dimensi biofisis, dimensi psikis (persepsi inderawi, afeksi, konasi, dan kognisi rasional), dimensi sosial, dan dimensi rohani/spiritual. Ayat-ayat tersebut juga mengisyaratkan bahwa berbagai dimensi diri manusia tersebut bisa menyimpang dari sifat-sifat yang seharusnya (sifat sehat), yang merupakan konsep inti gangguan jiwa. Kemudian ayat-ayat tersebut juga mengisyaratkan bahwa gangguan jiwa sangat dipengaruhi oleh kesehatan dimensi rohani, selain dimensi-dimensi lainnya.
Konsep Qur’ani tentang diri manusia, gangguan jiwa, dan faktor- faktor penyebabnya tersebut bisa diformulasikan ke dalam sejumlah definisi, postulat, dan teorema sebagai asumsi dan elemen-elemen dasar disiplin ilmu psikopatologi Islam.
Hasil penelitian ini juga mengajukan teori pendekatan empat cermin sebagai kerangka untuk studi psikopatologi Islam yang bercorak integratif dan multidisipliner. Teori ini mengasumsikan pengetahuan sebagai realitas yang berada pada diri subjek yang mengetahui, dan hakikat proses mengetahui adalah gerak menyempurna diri subjek menuju ke- dan menyiapkan diri untuk menerima pancara ilmu dari sumbernya, yaitu Allah melalui alam rohani. Teori ini juga mengasumsikan bahwa jalan meraih pengetahuan ada dua, yaitu: 1. penyucian diri; dan 2. melakukan refleksi terhadap berbagai media yang mengungkapkan berbagai ilmu pada diri invidu. Untuk psikopatologi Islam, teori ini menekankan refleksi terhadap ilmu-ilmu filosofis, empiris, skriptural, dan mistis.
Fondasi psikopatologi Islam yang diformulasikan dalam penelitian ini sejalan dengan pandangan arus utama dalam filsafat Islam—yaitu aliran peripatetik dan ḥikmah muta’âliyah, tasawuf teoretis aliran Ibn ‘Arabî, tasawuf praktis secara umum, dan kedokteran ruhani secara umum. Dalam psikologi Islam formulasi ini juga sejalan dengan pandangan Nejâtî (2001), Abdul Mujib (2001), Baharuddin (2007), Darwis Hude (2006), Nashori (2010), Ancok (2011), dan Bastaman (2011). Dalam filsafat ilmu formulasi di atas merupakan kombinasi moderat antara pandangan arus utama dalam logika klasik, Habermas (1968), Lakatos (1989), Bunge (2009), dan ḥikmah muta’âliyah. Dalam psikologi dan psikiatri formulasi ini sejalan dengan model integratif, seperti yang dibela oleh Bhugra (1996), Hawari (1997), Boehnlein (2000), Huguelet (2009), Koenig (2009), Verhagen (2010), Barlow (2015), Durand (2015), Greenblatt (2016), dan Brogan (2016).
Temuan penelitian ini tidak sejalan dengan berbagai aliran filsafat, psikologi, dan psikiatri yang tidak bersifat integratif atau menolak pentingnya dimensi rohani/spiritual, seperti dalam biopsikologi (Kalat), behaviorisme (Watson), panpsikisme (Freud, Lieberman), konstruktivisme sosial (Foucault, Canguilhem, Szasz), dan materialisme (Bunge).
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tafsir mawdhû’î yang bercorak eklektik antara tafsir riwayat, akli, dan sufi. Penelitian ini juga menggunakan pendekatan kualitatif dan psikofilosofis, yang memadukan antara epistemologi ḥikmah muta’âliyah, hemeneutika Ricoeur, dan pragmatisme formal Habermas dalam diskursus filsafat ilmu, filsafat psikologi, dan filsafat psikiatri.

Istilah Kunci: fondasi ilmu, psikopatologi Islam, gangguan jiwa, Al-Qur’an, psikofilosofis, integratif.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: 200. Agama > 2X1. Al-qur'an dan Ilmu yang Berkaitan
Divisions: Pascasarjana > Disertasi > Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Andi Jumardi
Date Deposited: 03 Dec 2021 07:05
Last Modified: 03 Dec 2021 07:05
URI: https://repository.ptiq.ac.id/id/eprint/426

Actions (login required)

View Item
View Item