repository ptiq

Komunikasi Ilahiyah Dalam Kontroversi Kenabian Perempuan (Studi Penafsiran Al-Qurthubî Tentang Kenabian Perempuan Dalam Tafsir Al-Jâmi‘ Li Aẖkâm Al-Qur’ân)

Masfufah, Masfufah (2019) Komunikasi Ilahiyah Dalam Kontroversi Kenabian Perempuan (Studi Penafsiran Al-Qurthubî Tentang Kenabian Perempuan Dalam Tafsir Al-Jâmi‘ Li Aẖkâm Al-Qur’ân). Masters thesis, Institut PTIQ Jakarta.

[thumbnail of Naskah Tesis] Text (Naskah Tesis)
2019-MASFUFAH-2016.pdf - Accepted Version

Download (2MB)

Abstract

Kesimpulan Tesis ini adalah, pertama, al-Qurthubî secara tegas menyatakan bahwa nabi perempuan itu ada, yaitu diwakili oleh Maryam as. (Ibu Nabi Isa as.). Hal ini di dasarkan pada dua alasan, 1) Maryam as. menerima wahyu dari Allah Swt. dengan diutusnya Malaikat Jibril as. (Ruẖal-Qudus) untuk berbicara langsung kepadanya, menampakkan diri dihadapannya, dan menghembuskan ruh ke dalam rahimnya. 2) Maryam as. Seketika percaya (iman) ketika datang sebuah kabar bahwa ia akan hamil tanpa suami. Tidak tersemat dalam benaknya sebuah keraguan sehingga al-Qur’an memberinya gelar صديقة “seorang yang berpegang teguh pada kebenaran.” Bagi al-Qurthubî hal itu merupakan predikat istimewa yang hanya dilekatkan kepada orang yang memiliki martabat dan kedudukan yang tinggi, yaitu nabi. Kedua, informasi yang terekam di dalam QS. Âli ‘Imrân/3: 42-43, 45-47, QS. Maryam as. /19: 19-21, 24-26 menunjukkan terjadinya suatu komunikasi Ilahiyah antara Maryam as. (komunikan) dengan Allah Swt. (komunikator) melalui perantara Jibril (media) sebagai pembawa pesan Tuhan. Komunikasi Ilahiyah adalah salah satu ciri yang dialami oleh seorang nabi atau bahasa lainnya adalah wahyu, disamping dia adalah manusia bukan dari kalangan jin atau malaikat. Temuan Tesis ini mendukung pendapat beberapa tokoh dan ulama klasik yang mempercayai adanya nabi perempuan, diantaranya adalah Abû Bakar Muẖammad bin Mawhab al-Tujîbî al-Qabrî (w. 406 H/1015 M), Ibnu Hazm al-Andalûsî (456 H/1064 M), Ibnu Hajar al-‘Asqalânî, Imam Nawâwî, dan Syekh Waliyullah. Sebaliknya, temuan Tesis ini berbeda pendapat dengan Al-Zamakhsyarî, Fakhru al-Dîn al-Râzî (w. 606 H/1209 M), Ibnu Katsîr, Al-Thabârî, Al-Baydhâwî, Al-Qusyairî dan Abu Muhammad Abdullah bin Ibrahim bin Muhammad bin Abdullah bin Ja’far al-Ashîlî (w. 392 H/1001 M) yang menolak adanya kenabian perempuan. Tesis ini merupakan jenis penelitian library research (studi kepustakaan). Sedangkan proses pengumpulan ayat-ayat al-Qur’an yang dijadikan obyek penelitian menggunakan metode tafsir maudhûʻî (tematik) dengan pendekatan kualitatif.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: 200. Agama > 2X1. Al-qur'an dan Ilmu yang Berkaitan
Divisions: Pascasarjana > Tesis > Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Siti Mariam
Date Deposited: 12 Oct 2022 09:59
Last Modified: 12 Oct 2022 09:59
URI: https://repository.ptiq.ac.id/id/eprint/649

Actions (login required)

View Item
View Item