repository ptiq

Argumen Fakta Sejarah Dari Kisah Ulu Al-‘Azmi Dalam Al-Qur’an

Miftakhussurur, Miftakhussurur (2022) Argumen Fakta Sejarah Dari Kisah Ulu Al-‘Azmi Dalam Al-Qur’an. Doctoral thesis, Institut PTIQ Jakarta.

[thumbnail of Naskah Disertasi] Text (Naskah Disertasi)
2022-MIFTAKHUSSURUR-2019.pdf - Accepted Version

Download (3MB)

Abstract

Kesimpulan disertasi ini adalah kisah Ulu al-‘Azmi yang terdapat di Al-Qur’an merupakan fakta sejarah yang harus diyakini kebenarannya berdasarkan data arkeologi. 1) Kisah Nabi Nuh merupakan fakta sejarah dengan dua data: Patung Wadd, Suwa’ Yaguts, Ya’uq, dan Nasr serta Bukit Judi. Adapun data berupa bahtera, belum dikategorikan fakta karena masih berada di tahapan survei dan belum sampai pada tahap eskavasi. 2) Kisah Nabi Ibrahim merupakan fakta sejarah dengan dua data: Peradaban Mesopotamia dan situs-situs peninggalan kisah Nabi Ibrahim, seperti: Sumur Zam-Zam, Bukit Shafa dan Marwah, Maqam Ibrahim dan Ka’bah. 3) Kisah Nabi Musa merupakan fakta sejarah dengan enam data: Peradaban Mesir, Sungai Nil, Mumi Fir’aun, Kuil Karnak, Haman dan Danau Qarun. 4) Kisah Nabi Isa merupakan fakta sejarah dengan dua data: Betlehem dan Bukit Golgota. 5) Situs arkeologi peninggalan kisah Nabi Muhammad adalah: Gua Hira, Gua Tsur, Masjidil Haram, Masjid Quba, Masjid Nabawi, Gunung Uhud, Mina, Arafah, Muzdalifah dan Makam beliau SAW. Disertasi ini menemukan bahwa kisah Ulu al-‘Azmi dapat dibuktikan dengan menggunakan data arkeologi berupa: 1) Artefak 2) Fitur 3) Ekofak 4) Situs dan 5) Kawasan yang hal ini sesuai dengan dalil-dalil dari Al-Qur’an, Hadis dan Ijmak. Disertasi ini memiliki kesamaan pendapat dengan Manna’ al-Qatthan (w 1999 M), Abdul ‘Aziz Kamil (w 1991 M), Muhammad Syahrur (w 2019 M), Muhammad Baltaji (1998), Mahmud Syaltut (w 1963 M), Abdul Muhsin bin Zain (2006) dan Fakhr ad-Din ar-Razi (w 1210 M), Darwis Hude (2017) dan Ali Akbar (2020) yang menyatakan bahwa kisah Al-Qur’an adalah fakta sejarah yang harus diyakini kebenarannya. Temuan disertasi ini berbeda dengan Muhammad Ahmad Khalafullah (w 1991 M), Thaha Husein (w 1973 M), Muhammad Abduh (w 1905 M), Rasyid Ridha (w 1935 M) dan Muhammad Arkoun (w 2020 M) yang menyatakan bahwa kisah Al-Qur’an bukan kisah sejarah yang harus diyakini kebenarannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tafsir ‘ilmî dan metode historis-kritis-kontekstual. Sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: 200. Agama > 2X1. Al-qur'an dan Ilmu yang Berkaitan
Divisions: Pascasarjana > Disertasi > Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Siti Mariam
Date Deposited: 27 Oct 2022 04:02
Last Modified: 27 Oct 2022 04:02
URI: https://repository.ptiq.ac.id/id/eprint/671

Actions (login required)

View Item
View Item