repository ptiq

Komunikasi Profetik Dalam Mewujudkan Masyarakat Madani Perspektif Al-Qur’an

Ridho, Abdul Rasyid (2021) Komunikasi Profetik Dalam Mewujudkan Masyarakat Madani Perspektif Al-Qur’an. Doctoral thesis, Institut PTIQ Jakarta.

[thumbnail of Naskah Disertasi] Text (Naskah Disertasi)
2021-ABDUL RASYID RIDHO-2016.pdf - Accepted Version

Download (2MB)

Abstract

Kesimpulan Disertasi Ini Bahwa Komunikasi Profetik Berbasis Al-Qur’an Adalah Komunikasi Yang Mengacu Kepada Pola Komunikasi Kenabian Muhammad Saw. Sarat Dengan Nilai Egaliter, Toleransi, Kelembutan, Kemurahan, Dan Nilai Spiritualitas. Teori Ini Mengkonstruksikan Transformasi Sosial Yang Mengedepankan Nilai Ketuhanan Dan KenabianMelalui Pertalian Antara Humanisasi, Liberasi, Dan Transendensi Terhadap Realitas Yang Dehumanis. Bukti Keberhasilan Dari Teori Ini Yaitu Dengan Melihat Sejarah Nabi Dalam Mewujudkan Masyarakat Madani Melalui Tiga Dimensi Yaitu 1) Humanisasi, Seperti Egaliter, Membela Yang Lemah, Musyawarah, Dan Toleransi, 2) Liberasi, Seperti Anti Diskriminasi, Mudah Memaafkan, Kebebasan Masyarakat, 3) Transendensi, Seperti Takwa Kepada Allah Swt., Menjadikan Al-Qur’an Sebagai Pedoman, Dan Mengakui Nabi Muhammad Sebagai Utusan Allah Sekaligus Pemimpin. Penulis Menemukan Pula Nilai-Nilai Komunikasi Profetik Berbasis Al-Qur’an Yang Meliputi Aspek Amar Ma’ruf (Humanisasi), Seperti Membiasakan Perilaku Kerjasama, Meningkatkan Kesejahteraan Sosial, Mempererat Tali Persaudaraan, Dan Menjaga Solidaritas Sosial. Sedangkan Dari Aspek Nahi Munkar (Liberasi), Seperti Konstruksi Identitas Berbasis Egaliter, Pengentasan Kemiskinan, Perlindungan Anak, Dan Kesetaraan Gender. Dan Terakhir Dari Aspek Al-Ima>N Billa>H (Transendensi), Seperti Penguatan Nilai Keimanan Dan Ketakwaan, Taubat Sebagai Pensucian Jiwa, Dan Internalisasi Akhlak. Disertasi Ini Mendukung Dan Mengembangkan Pendapat Dari: Kuntowijoyo (2006), Iswandi Syahputra (2007), M. Ghozali Moenawar (2017), Holy Rafika Dhona (2020), Yang Menyatakan Bahwa Dalam Proses
Transformasi Sosial Yang Dehumanis Dibutuhkan Spirit Profetik Berbasis Al-Qur’an Yang Menjunjung Tinggi Nilai Ketuhanan (Ilahiyah) Melalui Pertalian Antara Nilai Kemanusiaan (Humanisme), Kemerdekaan (Liberasi), Dan Keimanan (Transendensi). Di Samping Itu Disertasi Ini Pula Berbeda Dengan Pendapat: Max Weber (1963), George Ritzer (1980), Karl Marx (1883), Emile Durkheim (1895), Jean Paul Sartre (2002), Yang Menyatakan Bahwa Realitas Sosial Yang Dehumanis Akan Bisa Dihadapi Dengan Sikap Tidak Menyentuh Agama Dan Nilai-Nilai Ketuhanan (Ilahiyah). Pendapat Ini Pula Mengatakan Bahwa Agama Dan Keyakinan Terhadap Tuhan Menjadi Penyebab Terjadinya Problem Dehumanisasi. Metode Penelitian Yang Digunakan Adalah Metode Kualitatif, Dan Metode Penafsiran Menggunakan Metode Tafsir Maudhu>’I> (Tematik). Sedangkan Pendekatan Yang Pakai Adalah Historical Analysis (Analisis Sejarah), Discourse Analysis (Analisis Wacana), Hermeneutik

Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: 200. Agama > 2X1. Al-qur'an dan Ilmu yang Berkaitan
Divisions: Pascasarjana > Disertasi > Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Siti Mariam
Date Deposited: 05 Nov 2022 02:43
Last Modified: 05 Nov 2022 02:43
URI: https://repository.ptiq.ac.id/id/eprint/684

Actions (login required)

View Item
View Item