repository ptiq

HIKMAH PENGHARAMAN BEBERAPA JENIS BINATANG: DALAM TINJAUAN TAFSIR AL-QUR’AN KONTEMPORER

Ahmad, Didiek Srimulya (2021) HIKMAH PENGHARAMAN BEBERAPA JENIS BINATANG: DALAM TINJAUAN TAFSIR AL-QUR’AN KONTEMPORER. Undergraduate thesis, Institut PTIQ Jakarta.

[thumbnail of HIKMAH PENGHARAMAN BEBERAPA JENIS BINATANG: DALAM TINJAUAN TAFSIR AL-QUR’AN KONTEMPORER] Text (HIKMAH PENGHARAMAN BEBERAPA JENIS BINATANG: DALAM TINJAUAN TAFSIR AL-QUR’AN KONTEMPORER)
Didiek Srimulya Ahmad_NIM 171410610 - Didiek Srimulya Ahmad.pdf - Accepted Version

Download (2MB)

Abstract

Tulisan ini berusaha menerangkan mengenai keharaman dan kehalalan
hayawani darat dalam perspektif al-Qur’an dan hadis yang dilengkapi dengan
pandangan para ulama ahli tafsir Islam tempo sekarang (kontemporer). Dengan
uraian singkat pada bagian lain dalam tulisan ini diungkapkan kedudukan hukum
hewan dan nash (tafsir kontemporer) ternak yang terkena virus, seperti virus
anthrax dan flu burung yang sekarang mewabah di Indonesia, sebagai refleksi
pemikiran ulama tafsir tempo sekarang (kontemporer) ada upaya untuk mempons
problem actual dalam kehidupan masyarakat, khususnya yang terkait dengan
wilayah pemikiran fiqih Islam.

Scientific exegesis atau tafsir ilmi adalah salah satu corak penafsiran al-
Qur’an yang penulis angkat yang menggunakan pendekatan teori-teori sains untuk

menjelaskan ayat-ayat al-Qur’an. Fahd al-Rumi yang mengatakan bahwa tafsir
ilmi adalah sebuah ijtihad seorang mufassir dalam menemukan hubungan antara

ayat-ayat kauniyah atau disebut ayat-ayat kosmos al-Qur’an dengan penemuan-
penemuan ilmu eksperimen yang bertujuan untuk mengungkapkan kemukjizatan

al-Qur’an sebagai sumber ilmu yang sesuai dan sejalan disetiap waktu dan tempat.
Para ulama dengan keluasan ilmunya ternyata juga tidak berusaha
menggali lebih jauh mengapa banyak hewan darat yang dijadikan haram oleh
agama, berbeda dengan hewan laut yang semuanya dikatakan halal. Mereka lebih
banyak mengungkapkan pada apa yang diperoleh dari nash, selain itu memandang
bahwa larangan itu memiliki nilai maslahat bagi manusia.
Indonesia merupakan salah satu paru-paru hutan di dunia dan binatang
yang cukup komplit, bahkan binatang yang dikateogrikan langka terancam punah.
Penulis melihat merebaknya kasus virus menurut penelitian yang menulari dari
hewan ternak dan membahayakan manusia baru ini di sebut covid-19, sehingga
penulis termotivasi bisa menetapkan salah satu jawaban terbaru, bahwa pada
hayawani darat memang rawan terhadap dampak negative lingkungan yang bisa
membahayakan kehidupan manusia.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: 200. Agama > 2X1. Al-qur'an dan Ilmu yang Berkaitan
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Depositing User: Syaiful Arief
Date Deposited: 18 Nov 2022 04:39
Last Modified: 18 Nov 2022 04:39
URI: https://repository.ptiq.ac.id/id/eprint/740

Actions (login required)

View Item
View Item