repository ptiq

Kaidah Tarjih terhadap Penafsiran Ayat-Ayat Musytarak, Gharib Dan Ta’ârudh, dalam Al-Quran (Elaborasi Tafsir Rawâiul Bayân dan Shafwah al-Tafâsir, Karya Muhammad Ali al-Shabuni)

Ahmadi, Saofi (2019) Kaidah Tarjih terhadap Penafsiran Ayat-Ayat Musytarak, Gharib Dan Ta’ârudh, dalam Al-Quran (Elaborasi Tafsir Rawâiul Bayân dan Shafwah al-Tafâsir, Karya Muhammad Ali al-Shabuni). Masters thesis, Institut PTIQ Jakarta.

[thumbnail of Kaidah Tarjih terhadap Penafsiran Ayat-Ayat Musytarak, Gharib Dan Ta’ârudh, dalam Al-Quran (Elaborasi Tafsir Rawâiul Bayân dan Shafwah al-Tafâsir, Karya Muhammad Ali al-Shabuni)] Text (Kaidah Tarjih terhadap Penafsiran Ayat-Ayat Musytarak, Gharib Dan Ta’ârudh, dalam Al-Quran (Elaborasi Tafsir Rawâiul Bayân dan Shafwah al-Tafâsir, Karya Muhammad Ali al-Shabuni))
2019-SAOFI AHMADI-2015.pdf - Accepted Version

Download (1MB)

Abstract

Ikhtilâf dalam tafsir membutuhkan kaidah tarjih. Karena ikhtilaf tersebut merupakan fenomena yang terus terjadi dari masa ke masa. Penelitian Ibnu Taimiyah terhadap perbedaan-perbedaan dalam tafsir al- Qur‘an menyimpulkan bahwa ikhtilâf tersebut terbagi menjadi dua, yakni ikhtilâf tanawwu‟ (perbedaan penafsiran yang variatif) dan ikhtilaf tadhâd (perbedaan penafsiran yang kontradiktif). Akan tetapi jika ditinjau sekilas, hal tersebut berbanding terbalik dengan firman Allah di dalam Q.S. al-Nisa [4]: 82; Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.
Pendapat al-Asnawi, al-Syaukani, al-Amidi, Ibnu Hajib dan lain- lain, tidak mengakui adanya pertentangan tersebut. Sedangkan al-Razi, Ibnu al-Subki, al-Jalal al-Mahalli, Kamal bin Hammam mengakui adanya pertentangan tersebut akan tetapi pertentangan tersebut hanya terjadi menurut pandangan dan pemikiran para mujtahid saja. Penelitian tesis ini lebih sesuai dengan yang kedua.
Hasil penelitian tesis ini menemukan pertentangan tersebut disebabkan karena berbagai faktor, baik dari sisi teks maupun konteks. Dari sisi teks akan akar masalahnya adalah perbedaan tafsir ditimbulkan dari lafazh yang gharib, musytarak, dan ta„ârudh. Dari sisi konteks akar masalahnya adalah karena faktor sosio-historis yang melatar belakangi mufassir ketika berhadapan dengan teks dan konteks.
Dari realita permasalahan di atas, dibutuhkan sebuah solusi untuk mensikapi ikhtilâf dalam penafsiran tersebut. Menurut penelitian penulis, interaksi antara teks dan konteks dari generasi awal sampai modern,
terekam dalam sebuah bangunan ilmu yang sudah disepakati, yang dinamakan dengan kaidah-kaidah tafsir. Dan kaidah ini bisa digunakan menjadi tarjih terhadap penafsiran-penafsiran yang ada. Inilah yang coba dilakukan Muhammad Ali al-Shabuni, dengan menyingkap orisinilitas hasil penafsiran yang ada, kemudian mentarjihnya.
Pendekatan yang digunakan dalam pengumpulan dan pemaknaan data adalah pendekatan interpretatif dan sosio-historis. Dalam hal ini realitas teks dipahami sebagai sebuah konstruksi pemikiran makna, tafsir atau interpretasi. Strategi analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif-kualitatif. Adapun proses pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan proses induktif, yakni data kategori yang diperoleh ditemukan setelah dilakukan pengumpulan data terlebih dahulu.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: 200. Agama > 2X1. Al-qur'an dan Ilmu yang Berkaitan
Divisions: Pascasarjana > Tesis > Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Andi Jumardi
Date Deposited: 21 Aug 2021 05:39
Last Modified: 21 Aug 2021 07:08
URI: https://repository.ptiq.ac.id/id/eprint/76

Actions (login required)

View Item
View Item