repository ptiq

Membangun Relasi Gender Melalui Pendidikan Andragogi Berbasis Al-Qur’an

Wijaya, Subur (2020) Membangun Relasi Gender Melalui Pendidikan Andragogi Berbasis Al-Qur’an. Doctoral thesis, Institut PTIQ Jakarta.

[thumbnail of Membangun Relasi Gender Melalui Pendidikan Andragogi Berbasis Al-Qur’an] Text (Membangun Relasi Gender Melalui Pendidikan Andragogi Berbasis Al-Qur’an)
2020- SUBUR WIJAYA-2017.pdf - Accepted Version

Download (3MB)

Abstract

Disertasi ini menyimpulkan bahwa pendidikan andragogi dalam Al- Qur’an merupakan pendidikan yang memaksimalkan potensi aql dan qalb dalam menemukan kebenaran, yang diistilahkan oleh Al-Qur’an dengan ulul albab. Hal tersebut dapat direalisasikan dalam membangun relasi gender melalui pendidikan andragogi Qur’ani dengan pendekatan yang berupa membangun pendidikan kesetaraan, pendidikan berkeadilan gender, dan mewujudkan kemitraan laki-laki dan perempuan (Mubadalah).
Penelitian membangun relasi gender melalui pendidikan andragogi berbasis Al-Qur’an ini menemukan prinsip pokok dan sub-prinsip andragogi yang kemudian penulis mencoba tawarkan gagasan baru untuk mendukung serta mengembangkan sub-prinsip andragogi, yaitu ayat-ayat yang relevan dengan prinsip: 1) Kebutuhan Pengetahuan (the need to know), 2) Kemandirian Belajar (the learners’ self concept), 3) Peran Pengalaman Belajar (the role of learners’ experiences), 4) Kesiapan Belajar (readiness to learn), 5) Orientasi Belajar (orientation to learning), 6) Motivasi (Motivation) 7) Konsep Relasi komunikasi pendidikan andragogi, penekanan upaya pemecahan masalah (problem solving), 8) Tanggung Jawab Sosial.
Temuan penelitian ini memiliki pandangan yang sejalan dengan beberapa teori, seperti: Hurlock (1968), Mattias Finger (1998) bahwa aktualisasi diri adalah kebutuhan akhir manusia dewasa (andragogi), Rosidin (2013), tentang kosep Andragogi secara umum bahwa nilai tertinggi dalam pendidikan andragogi berada pada pengalaman pembelajar. Nasaruddin Umar (2001), Nur Arfiyah Febriani (2014) tentang konsep berpasangan kooperatif dan komplementer.
Penelitian ini memiliki perbedaan pandangan dengan 1) Malcolm Shepherd Knowles (1978), Danilov (1978), Edward L. Thorndike (1928), yang hanya mementingkan keterlibatan intelektual dan emosional semata dalam proses pembelajaran dan pendidikan. Selain itu, menurut Knowles bahwa dalam hal kesiapan belajar, peserta didik atau pembelajar dewasa perlu mengetahui terlebih dahulu sesuatu sebelum melakukan atau mempelajarinya.
Metode penelitian dalam disertasi ini menggunakan metode kualitatif deskriptif berbasis riset studi kepustakaan, ayat-ayat Al-Qur’an, kitab hadits, publikasi berbentuk hasil penelitian, buku terkait gender dan andragogi, jurnal, prosiding konferensi atau seminar dan artikel. Metode penafsiran yang digunakan dalam penelitian disertasi ini adalah metode tafsir maudhu>’I (tematik).

Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: 200. Agama > 2X1. Al-qur'an dan Ilmu yang Berkaitan
300. Ilmu Sosial > 305. Kelompok Sosial > 305.3. Gender/Jenis Kelamin
300. Ilmu Sosial > 370. Pendidikan
Divisions: Pascasarjana > Disertasi > Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Andi Jumardi
Date Deposited: 02 Sep 2021 07:05
Last Modified: 02 Sep 2021 08:57
URI: https://repository.ptiq.ac.id/id/eprint/149

Actions (login required)

View Item
View Item