repository ptiq

Kebebasan Beragama Menurut Sayyid Quthb (Tafsir Fî Zhilâl Al-Qur’ân)

Basri, Akhmad Sulton Hasan (2022) Kebebasan Beragama Menurut Sayyid Quthb (Tafsir Fî Zhilâl Al-Qur’ân). Masters thesis, Institut PTIQ Jakarta.

[thumbnail of Naskah Tesis] Text (Naskah Tesis)
2022-AKHMAD SULTON HASAN BASRI-2017.pdf - Accepted Version

Download (1MB)

Abstract

Kebebasan beragama menurt Sayyid Quthb memiliki batasan sangat ketat dan sebagai karakter agama Islam. SayyidQuthb juga menyikapi fenomena keragaman keagamaan menyangkut agama-agama diluar Islam merupakan sebuah sistem Jȃhiliyah yangdianggap telah rusak serta tercemar dan patut diadakan perbaikkan, yakni dengan sistem Islam yang diyakininya sebagai agama pelengkap dan penutup dikarenakan ajaranya telah sempurna. Padahal masyarakat Madani adalahlukisan ideal Islam masa lalu yang dikenal dengan masyarakat salaf yang telah melahirkan sebuah negara, yang sudah sangatmaju dibandingkan dengan negara-negara pada masanya atau yang pernah ada dalam sejarah sebelumnya. Membangun masyarakat Madani atau masyarakat yang berperadaban itulah yang dilakukan Nabi SAW selama sepuluh tahun di Madinah, dimana masyarakat demokratis, masyarakat yang adil, terbuka, serta terwujudnya kebebasan beragama dengan landasan taqwa kepada Allah SWT dan taat kepada ajaran-ajaranNya. Masyarakat tersebut bercirikan egalitarianisme, yakni terbuka dan menghargai siapa saja.
Ibn Katsir berpendapat terminologi Al-Qur’an antara mukmin dan kafir hanyalah sebuah predikat pembeda dalam arti identitas keyakinan, tetapi kebebasan untuk memilih salah satu identitas tersebut sepenuhnya menjadi otoritas manusia sendiri.Bahwa memeluk agama sejatinya harus diikuti dengan keyakinan dan kesadaran yang mendalam terhadap ajaran yang telah ditetapkan agama itu. Bahkan, setiap orang punya hak memilih antara beragama atau tidak beragama. Rasulallah SAW sendiri pernah menawari salah seorang budak perempuannya, Raihanah binti Zaid agar masuk Islam. Namun Raihanah lebih memilih Yahudi sebagai agamanya. Rasulallah SAW tidak marah pada Raihanah hingga akhirnya dia sendiri yang memutuskan masuk Islam. Ini jelas sebuah teladan dimana sebagai majikanpun Rasulallah SAW tidak pernah memaksa budaknya mengikuti agama yang dianutnya.
Tesis ini menggunakan salah satu metode tafsir yang dikembangkan para Ulama kontemporer adalah tafsir tematik yang dalam bahasa Arab disebut dengan al-Tafsîr al-Maudhû’i. Ulama asal Iran, M. Baqir al-Shadr, menyebutnya dengan al-Tafsîr al-Tauhîdî. Apapun nama yang diberikan, yang jelas tafsir ini berupaya menetapkan satu topik tertentu dengan jalan menghimpun seluruh atau sebagian ayat-ayat dari beberapa surah yang berbicara tentang topik tersebut untuk kemudian dikaitkan satu dengan lainnya sehingga pada akhirnya diambil kesimpulan menyeluruh tentang masalah tersebut menurut pandangan Al-Qur’an. Pakar tafsir, Musthafa Muslim mendefinisikannya dengan ilmu yang membahas persoalan-persoalan sesuai pandangan Al-Qur’an melalui penjelasan satu surah atau lebih.
Sebagian Ulama, tafsir tematik ditengarai sebagai metode alternatif yang paling sesuai dengan kebutuhan umat saat ini. Selain diharapkan dapat memberi jawaban atas problematika umat, metode tematik dipandang sebagai yang paling obyektif, tentunya dalam batas-batas tertentu. Melalui metode ini seolah penafsir mempersilahkan Al-Qur’an berbicara sendiri melalui ayat-ayat dan kosa kata yang digunakannya terkait dengan persoalan tertentu. Istantiq Al-Qur’ȃn(ajaklah Al-Qur’an berbicara), demikian ungkapan yang sering dikumandangkan para Ulamayang mendukung penggunaan metode ini. Dalam metode ini, penafsiran yang hidup ditengah realita kehidupan dengan sejumlah pengalaman manusia duduk bersimpuh dihadapan Al-Qur’an untuk berdialog mengajukan persoalan dan bersusaha menemukan jawabannya dari Al-Qur’an. Metode ini dikembangkan oleh para Ulama untuk melengkapi kekurangan yang terdapat pada khazanah tafsir klasik yang didominasi oleh pendekatan tahlili, yaitu menafsirkan Al-Qur’an ayat demi ayat sesuai dengan susunannya dalam mushaf.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: 200. Agama > 2X1. Al-qur'an dan Ilmu yang Berkaitan
Divisions: Pascasarjana > Tesis > Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Siti Mariam
Date Deposited: 06 Feb 2025 08:54
Last Modified: 06 Feb 2025 08:54
URI: https://repository.ptiq.ac.id/id/eprint/1631

Actions (login required)

View Item
View Item