repository ptiq

Kecerdasan Sosial Dalam Pembelajaran Kooperatif Perspektif Al-Qur’an

Ulfa, Siti Maria (2021) Kecerdasan Sosial Dalam Pembelajaran Kooperatif Perspektif Al-Qur’an. Doctoral thesis, Institut PTIQ Jakarta.

[thumbnail of Kecerdasan Sosial Dalam Pembelajaran Kooperatif Perspektif Al-Qur’an] Text (Kecerdasan Sosial Dalam Pembelajaran Kooperatif Perspektif Al-Qur’an)
2021-SITI MARIA ULFA-2017.pdf - Accepted Version

Download (2MB)

Abstract

Disertasi ini menyimpulkan bahwa, kecerdasan sosial merupakan kemampuan seseorang untuk mengerti orang lain dan peduli terhadap lingkungan sosial. Hal ini berdasarkan dua dimensi kecerdasan sosial perspektif al-Qur‘an yang penulis temukan yaitu dimensi perasaan (aspek afektif) dan dimensi tindakan (aspek psikomotik). Dalam dimensi perasaan (aspek afektif) terdiri atas empati dan ikhlas, sedangkan dimensi tindakan (ranah psikomotik) terdiri atas tolong- menolong, silaturahim, kepedulian dan komunikasi. Artinya al-Qur‘an mendeskripsikan tentang keseimbangan antara habl ma‟a Khaliqih dan habl ma‟a ikhwanih. Dengan demikian, model pembelajaran kooperatif berbasis al-Qur‘an ini dapat membantu meningkatkan kecerdasan sosial anak.
Pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran dengan menggunakan sistem pengelompokkan siswa, yang mempunyai latar belakang kemampuan akademik, jenis kelamin, ras, atau suku yang berbeda (heterogen). Pembelajaran kooperatif dapat membentuk keterampilan interpersonal karena ada unsur bekerjasama, saling membantu, tolong menolong dan diskusi. Hal ini berdasarkan dua indikator pembelajaran kooperatif perspektif al-Qur‘an yang penulis temukan, yaitu tolong-menolong dan musyawarah.
Disertasi ini mendukung konsep kecerdasan sosial Daniel Goleman (2006) yang menyatakan ada dua kategori dalam kecerdasan sosial, yakni kesadaran sosial dan fasilitas sosial. Disertasi ini juga mendukung konsep kecerdasan sosial Karl Albert (2006), bahwa ada lima kategori kompetensi dalam keterampilan sosial yaitu kesadaran sosial, kehadiran, kebenaran, jernih, dan empati. Selanjutnya, disertasi ini juga mendukung teori konstruktivisme sosial Vygotsky (1962) bahwa peserta didik mengonstruksi pengetahuan melalui interaksi sosial.
Di sisi lain, disertasi ini menolak teori belajar behavioristik, Burhus Frederic Skinner (1904-1990), Ivan Petrovich Pavlov (1849-1936) dengan teori Stimulus-Respon, yang cenderung menggunakan pendekatan Teacher Centered Learning (TCL), dimana guru menjadi pusat dan sumber utama dalam proses pembelajaran.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Sedangkan metode yang dipakai adalah metode tafsir tematik. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui studi kepustakaan.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: 200. Agama > 2X1. Al-qur'an dan Ilmu yang Berkaitan
300. Ilmu Sosial > 370. Pendidikan
Divisions: Pascasarjana > Disertasi > Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Andi Jumardi
Date Deposited: 03 Sep 2021 14:16
Last Modified: 03 Sep 2021 14:16
URI: https://repository.ptiq.ac.id/id/eprint/167

Actions (login required)

View Item
View Item