repository ptiq

Pendidikan Moderasi Beragama Sebagai Penangkal Radikalisme Di Institut Teknologi Bandung (Itb) Perspektif Al-Qur’an

Hasanah, Uswatun (2024) Pendidikan Moderasi Beragama Sebagai Penangkal Radikalisme Di Institut Teknologi Bandung (Itb) Perspektif Al-Qur’an. Doctoral thesis, Institut PTIQ Jakarta.

[thumbnail of NASKAH TESIS] Text (NASKAH TESIS)
2024-USWATUN HASANAH-2021.pdf - Accepted Version

Download (2MB)

Abstract

Disertasi ini menyimpulkan bahwa radikalisme dapat diminimalkan melalui penguatan nalar moderasi beragama pada mata kuliah Pendidikan Agama Islam secara kontekstual di perguruan tinggi, dalam hal ini adalah melalui mata kuliah Agama dan Etika Islam di Institut Teknologi Bandung (ITB). Pendekatan Iceberg Theory dan Theory U menunjukkan bahwa meskipun nalar moderasi beragama sudah terdapat dalam kurikulum mata kuliah Pendidikan Agama Islam di ITB, namun nalar moderasi ini perlu diperkuat karena kampus ini menghadapi berbagai permasalahan sebagai dampak dari menyusupnya ide-ide dan pemikiran radikal kepada mahasiswa. Kesimpulan ini diperoleh melalui pendekatan Iceberg Theory dan Theory U. Kedua pendekatan ini berperan dalam mengenali masalah radikalisme yang sedang terjadi, mencari penyebabnya serta berusaha memecahkannya secara komprehensif. Pengambilan keputusan tentang upaya pencegahan paham radikal pada penelitian ini, diawali dengan tahapan memahami masalah yang dilaksanakan dengan menerapkan Iceberg Theory dan kemudian dicari solusi untuk menyelesaikan permasalahan dengan pendekatan Theory U. Sebagai teori pendukung, The Ladder of Inference dalam penelitian ini berperan sebagai alat untuk menjelaskan bagaimana seseorang membuat pilihan dengan setiap langkah dalam proses pengambilan keputusan. Pada tahapan pemilihan data, perlu ditekankan sikap kehati-hatian
terhadap bias kognitif sehingga diharapkan mahasiswa memiliki interpretasi yang tepat, kemudian menghasilkan asumsi, kesimpulan, dan keyakinan tentang pemikiran keagamaan yang berwawasan moderasi beragama. Disertasi ini sependapat dengan Al Ghazâly (w. 505 H) yang berpandangan bahwa beragama dengan benar akan menghasilkan hubungan baik dalam kehidupan bermasyarakat. Disertasi ini mendukung pandangan Muhammad Murtadlo (2021) dan Yusuf Hanafi (2021) yang berpendapat tentang perlunya penguatan moderasi beragama melalui penyisipan nilai moderasi beragama ke dalam pembelajaran untuk dapat melahirkan pribadi yang selaras dalam hubungan individual-vertikal dan hubungan sosialhorizontal.
Disertasi ini juga mendukung pendapat Muhammad Aqil Irham (2017) tentang perlunya mempertemukan ideologi keagamaan dan ideology kebangsaan. Disertasi ini berbeda pendapat dengan Richard Dawkins (2006) yang meyakini bahwa agama merupakan sumber konflik dan dunia lebih baik tanpa agama. Penulis juga berbeda pendapat dengan Christopher Hitchens (2007) yang berpendapat bahwa agama merupakan racun bagi segala hal.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian lapangan (field research) dan merupakan penelitian fenomenologi. Peneliti mengumpulkan data dengan observasi partisipan untuk mengetahui fenomena esensial partisipan, kemudian menganalisis data secara induktif, membangun data ke dalam tema, kemudian memberikan interpretasi terhadap makna suatu data sehingga di akhir penelitian menghasilkan kesimpulan.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: 200. Agama > 2X1. Al-qur'an dan Ilmu yang Berkaitan
Divisions: Pascasarjana > Disertasi > Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Siti Mariam
Date Deposited: 23 Feb 2025 05:53
Last Modified: 23 Feb 2025 05:53
URI: https://repository.ptiq.ac.id/id/eprint/1681

Actions (login required)

View Item
View Item