repository ptiq

Internalisasi Karakter dalam Pelatihan dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (PNS) melalui Integrated Learning Model Perspektif Al-Qur’an

Rahmiyati, Rahmiyati (2024) Internalisasi Karakter dalam Pelatihan dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (PNS) melalui Integrated Learning Model Perspektif Al-Qur’an. Doctoral thesis, Universitas PTIQ Jakarta.

[thumbnail of Naskah Disertasi] Text (Naskah Disertasi)
2024-RAHMIYATI-2017.pdf - Accepted Version

Download (1MB)

Abstract

Kesimpulan disertasi ini adalah implementasi Integrated Learning Model mengintegrasikan teori dan praktik untuk menginternalisasi nilai kejujuran, keteladanan, dan tanggung jawab, berlandaskan prinsip Al-Qur’an, dalam pelatihan dasar CPNS guna membentuk PNS profesional, berintegritas, dan bertanggung jawab.
Kesimpulan ini didasarkan pada temuan penelitian, yaitu: pertama, model pembelajaran terpadu adalah pendekatan yang menggabungkan berbagai disiplin ilmu untuk menciptakan pengalaman belajar yang holistik dan relevan, sehingga peserta pelatihan mampu menerapkan pengetahuan secara langsung dalam konteks nyata. Kedua, perubahan sikap dan perilaku peserta selama dan setelah pelatihan, serta hasil evaluasi berbasis kompetensi, menjadi bukti bahwa internalisasi karakter berhasil diterapkan dalam pelatihan dasar CPNS. Ketiga, Al-Qur'an mengajarkan pentingnya kejujuran, keteladanan, dan tanggung jawab bagi PNS sebagai pelayan masyarakat, yang tercermin dalam berbagai ayat seperti QS. Al-Anfal/18: 38, Asy-Syu’ara/26: 84, Al-Ahzab/33: 21, dan QS. Al-Isra/17: 34, sehingga ASN dapat menjalankan tugasnya dengan integritas dan profesionalisme. Keempat, integrasi nilai-nilai Al-Qur'an ke dalam Integrated Learning Model, pelatihan dasar CPNS membekali peserta dengan keterampilan teknis dan landasan moral yang kuat melalui berbagai aktivitas pembelajaran, sehingga tercipta PNS yang profesional, berintegritas, dan siap menjalankan tugas.
Hasil ini mendukung pendapat Quraish Shihab yang menafsirkan ayat-ayat terkait kejujuran, keteladanan, dan tanggungjawab sebagai pemimpin dan publik figure. Juga mendukung pendapat Albert Bandura yang menekankan pentingnya pemodelan dan pengamatan dalam proses pembelajaran. Pendekatan pembelajaran terpadu yang melibatkan keteladanan dan simulasi.
Disertasi ini memiliki perbedaan dengan pendapat Jean-Paul Sartre dan Albert Camus cenderung menekankan pada kebebasan individu dan tanggung jawab personal, tanpa mengacu pada otoritas agama. Juga berbeda dengan B.F. Skinner yang menekankan pada pembelajaran melalui penguatan dan hukuman, tanpa terlalu memperhatikan aspek kognitif dan afektif.
Disertasi ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Adapun dalam metode penafsiran yang digunakan penulis adalah metode tafsir maudu’i, yang menjawab permasalahan kontemporer serta menjelaskan perspektif Al-Qur’an secara komprehensif dalam memecahkan setiap permasalahan yang terus berkembang seiring dengan perkembangan zaman.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: 200. Agama > 2X1. Al-qur'an dan Ilmu yang Berkaitan
Divisions: Pascasarjana > Disertasi > Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Kamir Kamir
Date Deposited: 22 Jan 2026 01:41
Last Modified: 22 Jan 2026 01:41
URI: https://repository.ptiq.ac.id/id/eprint/1925

Actions (login required)

View Item
View Item