repository ptiq

Integrasi Peran Domestik dan Publik Keluarga Nabi Muhammad saw dalam Al-Qur’an dan Hadis

Zainul Abidin, Muhamad (2025) Integrasi Peran Domestik dan Publik Keluarga Nabi Muhammad saw dalam Al-Qur’an dan Hadis. Doctoral thesis, Universitas PTIQ Jakarta.

[thumbnail of Naskah Disertasi] Text (Naskah Disertasi)
2025-MUHAMAD ZAINUL ABIDIN-2018.pdf - Accepted Version

Download (2MB)

Abstract

Kesimpulan disertasi ini adalah: konsep integrasi peran domestik dan publik suami istri dalam keluarga Nabi Muhammad saw. memiliki karakter komplementer dan kooperatif. Komplementer artinya keduanya saling melengkapi, dan kooperatif artinya keduanya saling bekerja sama secara sinergis. Potret keluarga Nabi Muhammad saw. menjadi contoh ideal integrasi komplementer dan kooperatif peran suami istri, baik di ranah domestik maupun publik. Integrasi peran yang demikian itu akan melahirkan keseimbangan peran antara suami istri, yang pada akhirnya dapat mengantarkan keduanya menuju kehidupan rumah tangga yang tenteram dan harmonis.
Kesimpulan tersebut di atas diperoleh melalui analisis term al-Qur’an dan Hadis terkait peran suami istri, yang dikuatkan dengan potret riil aktivitas Nabi Muhammad saw. dan para istri beliau di ranah domestik dan publik. Term al-Qur’an dan Hadis menunjukkan bahwa semua peran yang dilakukan oleh pasangan suami istri merupakan satu kesatuan integral yang memiliki karakter komplementer dan kooperatif dengan tujuan untuk menopang kemaslahatan bersama. Hal itu juga tercermin dalam aktivitas keseharian Nabi Muhammad saw. dan para istri beliau yang menunjukkan contoh ideal integrasi komplementer dan kooperatif peran domestik dan publik suami istri. Nabi Muhammad saw., di tengah kesibukannya sebagai pemimpin umat, selalu menyediakan waktu yang cukup untuk membantu istri-istri beliau melakukan segala aktivitas domestik di rumah. Sementara, para istri beliau, meskipun mayoritas tugas utamanya adalah di rumah, namun kiprah mereka di ranah publik tidak dapat dimungkiri.
Disertasi ini mendukung pandangan Talcott Parsons, Robert F. Bales, Theodore Lidz, Vandana Shiva, Sayyid Quthub, as-Sya’rawi, Abdussalam Yasin, Wafa’ Taufiq, Anisa Karkari, M. Quraish Shihab, Abdul Muchith Muzadi, dan Ratna Megawangi. Pandangan mereka menekankan pentingnya diferensiasi peran suami istri sebagai sebuah mekanisme komplementer dan kooperatif antara keduanya untuk mewujudkan keseimbangan peran dan keharmonisan dalam kehidupan rumah tangga.
Disertasi ini berbeda pandangan dengan sejumlah pemikir yang mengusung teori sosial konflik, seperti Karl Marx, Friedrich Engels, Ralf Dahrendorf, dan David Lockwood. Mereka berpandangan bahwa diferensiasi peran dapat melanggengkan sistem sosial yang berstrata (memiliki struktur hierarki), sehingga berpotensi besar melahirkan ketidakadilan dan penindasan.
Penelitian disertasi ini merupakan jenis penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan metode kualitatif. Metodologi tafsir yang digunakan adalah metode tafsîr maudhu’i (tafsir tematik), dengan pendekatan komparatif yang membandingkan penafsiran para mufasir, dan dielaborasi dengan metode takhrîj hadis untuk mendapatkan informasi yang valid dan komprehensif.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: 200. Agama > 2X1. Al-qur'an dan Ilmu yang Berkaitan
Divisions: Pascasarjana > Disertasi > Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Kamir Kamir
Date Deposited: 22 Jan 2026 01:52
Last Modified: 22 Jan 2026 01:52
URI: https://repository.ptiq.ac.id/id/eprint/1926

Actions (login required)

View Item
View Item