Hartono, Hartono (2023) Pendidikan Lansia Perspektif Al-Qur'an. Doctoral thesis, Institut PTIQ Jakarta.
2023-HARTONO-2016.pdf - Accepted Version
Download (2MB)
Abstract
Kesimpulan disertasi ini adalah pendidikan lansia perspektif al-Qur’an merupakan salah satu model baru yang lebih komprehesnsif dan integratif dalam penerapan pendidikan bagi lansia berdasarkan al-Qur’an dan hadis.
Disertasi ini menemukan konsep pendidikan lansia yang meliputi lima aspek utama, yaitu: 1) Pendidikan fisik (al-tarbiyah al-jismiyyah) meliputi menjaga kesehatan, merawat kemandirian, memberdayakan otak, dan mengontrol makanan. 2) Pendidikan mental (al-tarbiyah al-'aqliyah) meliputi mengatasi stres, mengelola marah. 3) Pendidikan spiritual (al-tarbiyah al-rûhiyah) meliputi menerima diri, hidup bermakna, mempersiapkan kematian, 4) Pendidikan sosial (al-tarbiyah ijtimâ’iyah) meliputi mencintai keluarga dan menjalin kerjasama. 5) Pendidikan lingkungan (al-tarbiyah bîiyah) meliputi merawat tanaman dan memelihara hewan.
Temuan lain dalam disertasi ini adalah metode pendidikan Rasulullah SAW bagi lansia yang terdiri dari enam metode utama, yaitu: metode nasehat (advice), metode teladan (role model), metode kisah (story), metode pembiasaan (habituation), metode hadiah dan hukuman (reward & funishment), metode ceramah (lecture), metode diskusi (discussion).
Disertasi ini mendukung pendapat Ibnu Khaldûn (w.1406) pada aspek pendidikan sosial (al-tarbiyah ijtimâ’iyah), Dadang Hawari (w.2020) pada aspek pendidikan mental (al-tarbiyah al-'aqliyah), Ian Stuart Hamilton (2011) pada semua aspek temuan selain pendidikan spiritual (al-tarbiyah al-rûhiyah) dan pendidikan lingkungan (al-tarbiyah bîiyah), Paul Subianto (2018) pada aspek pendidikan sosial (al-tarbiyah ijtimâ’iyah), dan Dewi Pandji (2012) pada aspek pendidikan fisik (al-tarbiyah al-jismiyyah) dan pendidikan mental (al-tarbiyah al-'aqliyah).
Disertasi ini berbeda dengan pandangan Martha Tyler John (1988), Canadian Z Panjaitan (w.2015), Brian Findsen (2011) yang hanya berfokus pada aspek fisik, mental, dan sosial. Sementara pendidikan spiritual (al-tarbiyah al-rûhiyah) dan pendidikan lingkungan (al-tarbiyah bîiyah) tidak menjadi perhatian mereka secara khusus, karena agama adalah wilayah privat, dan masing-masing individu lansia memiliki model keyakinan dan ritual yang berbeda dalam memenuhi dahaga spiritualnya.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Penelitian ini juga menggunakan metode tafsir tematik (maudhû`i), yaitu mengumpulkan ayat-ayat yang relevan dengan topik penelitian untuk dianalisis guna mendapatkan pandangan al-Qur'an yang lengkap terkait dengan topik yang sedang diteliti.
| Item Type: | Thesis (Doctoral) |
|---|---|
| Subjects: | 200. Agama > 2X1. Al-qur'an dan Ilmu yang Berkaitan |
| Divisions: | Pascasarjana > Disertasi > Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Kamir Kamir |
| Date Deposited: | 22 Jan 2026 02:21 |
| Last Modified: | 22 Jan 2026 02:21 |
| URI: | https://repository.ptiq.ac.id/id/eprint/1928 |
