repository ptiq

Interpretasi Integratif Antara Falsafah Adat Minangkabau dan Islam dalam Kato Nan Ampek Perspektif Al-Qur’an

Rezi, Muhamad (2025) Interpretasi Integratif Antara Falsafah Adat Minangkabau dan Islam dalam Kato Nan Ampek Perspektif Al-Qur’an. Doctoral thesis, Universitas PTIQ Jakarta.

[thumbnail of Naskah Disertasi] Text (Naskah Disertasi)
2025-MUHAMAD REZI-2021.pdf - Accepted Version

Download (2MB)

Abstract

Kesimpulan disertasi ini adalah bahwa pengintegrasian falsafah adat Minangkabau Kato nan Ampek dalam penafsiran Al-Qur’an adalah sebuah pendekatan baru. Salah satunya menggunakan teori tindak tutur dengan pendekatan teori Speaking Dell Hymes. Hal ini didasari dari analisis terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang menyebutkan beberapa sifat Qawl (tuturan) dan analisis terhadap ayat-ayat yang bermuatan sapaan (Nidâ’).
Dalam integrasi pada ayat-ayat sifat Qawl, ditemukan bahwa sembilan bentuk Qawl; Qawl Hasan; Qawl Ma’rûf; Qawl Maysûr; Qawl Sadîd; Qawl Balîgh; Qawl Karîm; Qawl Layyin; tuturan negatif Qawl al-Zûr; dan Ghaddh al-Shawt, dapat terintegrasi dengan Kato nan Ampek sesuai dengan konteksnya masing-masing. Sedangkan dalam ayat-ayat yang bermuatan Nidâ’, ditemukan bentuk sapaan kepada Allah bentuknya Mandaki; sapaan Allah kepada Nabi Muhammad SAW bentuknya Malereng; sapaan kepada makhluk lain bentuknya Manurun; dan sapaan antar sesama makhluk, bentuk integrasi langgam Kato-nya disesuaikan dengan penggunaan leksikonnya. Kesimpulan tersebut diperoleh melalui analisis yang dilakukan dengan memperhatikan setting dan scene, participants, ends, act seqeunce, keys, norms, dan genre pada ayat Al-Qur’an yang merupakan instrument utama.
Disertasi ini, sejalan dengan beberapa tokoh yang mengusung tafsir berbasis kearifan lokal Minangkabau terintegrasi. Seperti yang dilakukan Sulaiman Arrasuli (1928) dan Hamka (1967). Dalam aspek klasifikasi sifat Qawl, penelitian ini senada dengan Irwandi (2019). Pada kajian terkait teori-teori Kato nan Ampek dan kesantunan tutur bahasa Minangkabau, penelitian ini terinspirasi dari Aslinda (2000), Bahren (2021) dan Jufrizal. (2015). Pada integrasi falsafah adat dalam menafsirkan Al-Qur’an, sejauh ini belum ditemukan pendapat yang berbeda dengan disertasi ini. Namun, disertasi ini sekilas tampak berbeda dengan Al-Syâthibiy (w.1388) yang menyatakan bahwa Al-Qur’an turun dengan bahasa Arab sehingga tidak ada porsi bahasa ‘ajam untuk menjadi penjelasanya. Sedangkan penelitian ini menggunakan bahasa dan falsafah ‘ajam untuk menafsirkan Al-Qur’an. Namun analisanya tetap (harus) didasari dari segala aspek linguistis bahasa Arab.
Desain Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode yang digunakan adalah analisis teks dengan metode analisis konten dan analisis deskriptif terhadap teks atau konten yang menjadi objek utama penelitian. Disebut juga dengan kajian mawdhû’iy.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: 200. Agama > 2X1. Al-qur'an dan Ilmu yang Berkaitan
Divisions: Pascasarjana > Disertasi > Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Kamir Kamir
Date Deposited: 22 Jan 2026 08:42
Last Modified: 22 Jan 2026 08:47
URI: https://repository.ptiq.ac.id/id/eprint/1931

Actions (login required)

View Item
View Item