repository ptiq

Penanganan Disintegrasi Bangsa Melalui Rekonsiliasi Kemanusiaan Perspektif Al-Qur’an

Patri Arifin, Muhammad (2026) Penanganan Disintegrasi Bangsa Melalui Rekonsiliasi Kemanusiaan Perspektif Al-Qur’an. Doctoral thesis, Universitas PTIQ Jakarta.

[thumbnail of Naskah Disertasi] Text (Naskah Disertasi)
2026-MUHAMMAD PATRI ARIFIN-2022.pdf - Accepted Version

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini menyimpulkan bahwa penanganan disintegrasi bangsa dalam perspektif Al-Qur’an meniscayakan rekonsiliasi sebagai proses bertahap dan berlapis yang berorientasi pada pemulihan kemanusiaan. Rekonsiliasi tersebut dirumuskan dalam tiga tahapan strategis, yaitu conflict settlement sebagai penghentian eskalasi konflik, conflict resolution melalui keadilan restoratif dan pemulihan martabat korban, serta rekonstruksi relasi sosial untuk membangun kembali kepercayaan, kohesi sosial, dan identitas kolektif yang inklusif. Dengan demikian, rekonsiliasi Qur’ani tidak berhenti pada penghentian konflik, melainkan menjadi paradigma pemulihan sosial yang berkelanjutan.
Kesimpulan ini diperoleh melalui analisis konseptual dan kajian literatur multidisipliner terhadap dinamika disintegrasi bangsa dalam konteks kontemporer. Penelitian menunjukkan bahwa disintegrasi tidak hanya bersifat struktural, tetapi juga merefleksikan krisis nilai, melemahnya empati, dan rapuhnya ikatan kemanusiaan. Melalui pembacaan tematik atas prinsip-prinsip Al-Qur’an—seperti keadilan, perdamaian, pemaafan, dialog, klarifikasi kebenaran, dan transformasi moral—penelitian ini merumuskan kerangka rekonsiliasi yang bersifat etis, transformatif, dan aplikatif.
Penelitian ini memiliki titik temu dengan kajian-kajian terdahulu yang memandang rekonsiliasi sebagai proses multidimensional yang melibatkan dialog, pengakuan, pemaafan, dan pemulihan relasi sosial. Karya-karya Herbert C. Kelman, Muller-Fahrenholz, Afthonul Afif, serta berbagai studi rekonsiliasi di Indonesia dan kawasan pascakonflik menegaskan bahwa perdamaian tidak cukup dicapai melalui mekanisme hukum dan politik formal, melainkan memerlukan pemulihan relasi kemanusiaan secara mendalam dan kontekstual.
Berbeda dengan penelitian Kingsbury dan Webster yang melihat disintegrasi dan rekonsiliasi terutama dalam bingkai politik, historis, dan konteks lokal pascakonflik, sementara Stefanus Tri Guntur Narwaya menunjukkan bahwa rekonsiliasi dapat terhambat oleh hegemoni diskursus politik dan kehilangan momentumnya. Adapun pendekatan pengampunan Desmond Tutu berbasis ubuntu, sebagaimana dikaji Sandiswa Lerato Kobe, memperlihatkan ketegangan antara pemaafan dan tuntutan keadilan struktural. Berangkat dari keterbatasan-keterbatasan tersebut, penelitian ini menawarkan model rekonsiliasi kemanusiaan berbasis Al-Qur’an yang tidak hanya normatif, tetapi juga transformatif dalam konteks disintegrasi bangsa yang multidimensional.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain kajian pustaka (library research) menggunakan metode tafsir tematik, dengan menganalisis ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan disintegrasi dan rekonsiliasi berdasarkan tema, konteks, dan relasi maknanya.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: 200. Agama > 2X1. Al-qur'an dan Ilmu yang Berkaitan
Divisions: Pascasarjana > Disertasi > Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Kamir Kamir
Date Deposited: 04 Feb 2026 05:15
Last Modified: 04 Feb 2026 05:15
URI: https://repository.ptiq.ac.id/id/eprint/1943

Actions (login required)

View Item
View Item