Agustira Soleh Jamil, Dzakiyyah (2025) Eksploitasi Wanita melalui Digital Perspektif Tafsir Al-Mishbah Karya M. Quraish Shihab. Masters thesis, Universitas PTIQ Jakarta.
2025-DZAKIYYAH AGUSTIRA SOLEH JAMIL-2022.pdf - Accepted Version
Download (1MB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan eksploitasi wanita di era sekarang yaitu melalui digital dan menganalisanya sesuai ilmu tafsir serta bagaimana pandangan Islam terhadap wanita dalam media di era digital. Kesetaraan gender yang digaungkan wanita dimanfaatkan oleh media untuk mempekerjakan juga mengeksploitasi wanita untuk kepentingan bisnis tanpa memperhatikan norma-norma agama. Hasil analisis ini tergambarkan bahwa wanita ingin mendapatkan hak yang sama dengan pria, membuat wanita setuju dengan perlakuan media terhadapnya walaupun itu merendahkan wanita. Islam sangat menjunjung tinggi kehormatan wanita. Sehingga bila ditinjau, perlakuan media terhadap wanita bukan sebagai penghormatan melainkan penghinaan. Dalam perjalanan sejarah Islam, banyak ulama yang telah memberikan perhatian besar terhadap isu-isu wanita, baik dalam aspek sosial, keagamaan, maupun pendidikan. Salah satu ulama kontemporer yang secara mendalam membahas kedudukan dan peran wanita dalam Islam adalah M. Quraish Shihab. M. Quraish Shihab merupakan ulama sekaligus guru besar bidang Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir yang menaruh perhatian besar terhadap isu kesetaraan gender dan peran wanita. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif (library research) dengan menggunakan analisis deskriptif. Penelitian ini berusaha mengupas pemikiran M. Quraish Shihab tentang kesetaraan gender dan peran wanita melalui tafsirnya yaitu Tafsir Al-Mishbah. Adapun sumber sekunder yaitu buku-buku yang berkaitan erat dengan pembahasan eksploitasi wanita, kesetaraan gender dan digital.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa, M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah secara konsisten menekankan kesetaraan martabat dan hak antara laki-laki dan wanita dalam kerangka ajaran Islam. Beliau menolak baik pandangan yang merendahkan wanita (bias masa lalu) maupun pandangan yang menyamakan wanita secara total dengan laki-laki (bias masa kini), yang mengabaikan kodrat alamiah keduanya. M. Quraish Shihab menegaskan bahwa perbedaan kodrati tidak berarti ketidaksetaraan kedudukan, melainkan sebagai bentuk saling melengkapi. Ia memandang bahwa potensi intelektual, spiritual, dan hak untuk berkontribusi dalam masyarakat berlaku sama bagi kedua gender. Sebagaimana yang ditafsirkan oleh M. Quraish Shihab, Islam mendorong wanita untuk memanfaatkan potensi mereka secara optimal, namun tetap dalam koridor kesopanan, kehormatan, dan tanggung jawab sosial-keagamaan. Beliau secara implisit mengkritik praktik media yang hanya mengeksploitasi wanita sebagai objek komersial, sambil mengingatkan wanita untuk tidak terjebak dalam jebakan citra diri yang merusak martabat mereka.
Kata Kunci: Eksploitasi Wanita, Digital, M. Quraish Shihab, Kesetaraan Gender
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | 200. Agama > 2X1. Al-qur'an dan Ilmu yang Berkaitan |
| Divisions: | Pascasarjana > Tesis > Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Kamir Kamir |
| Date Deposited: | 04 Feb 2026 07:08 |
| Last Modified: | 04 Feb 2026 07:08 |
| URI: | https://repository.ptiq.ac.id/id/eprint/1949 |
