Faris, Salman (2025) Pemahaman Kompromis Antara Larangan Hadits dan Fenomena Tafsir Bi Al-Ra'y. -.
Artikel-Salman Faris.pdf
Download (283kB)
Abstract
Berbicara tentang hadits, pasti akan sampai pada permasalahan bahwa tidak semua hadits berkedudukan Qat’iy al-Wurud ada sebagian yang bersifat Zanniy al-Wurud sehingga hadits perlu dieliti kembali roisinalitasnya. Karya ini mengkaji matan hadits larangan menafsirkan al-Qur’an dengan ra’y dan penelitian matan ini tidak bisa terlepas dari penelitian sanad haditsnya. Pada hadits larangan menafsirkan al-Qur’an dengan ra’y sanad haditsnya berkeudukan hasan. Sedangkan hadits-haditsnya yang terkait secara langsung hanya terdapat pada Sunan al-Turmuzi, Sunan Abu Dawud dan Musnad Ahmad bin H{anbal. Sedangkan tentang makna al-Ra’y yang dikehendaki dalam hadits tersebut adalah penafsiran yang hanya didasarkan pada nalar semata dengan tidak memperhatikan riwayat atau kaedah-kaedah atau pengetahuan yang terkait atau tidak selaras dengan prinsip-prinsip syar’i adalah sesuatu yang sangat berbeda antara menafsirkan al-Qur’an dengan ra’yu (bi al-Ra’y) dengan tafsir bi al-Ra’y yang dalam penefsirannya didominasi oleh akal namun tetap dalam bingkai syar`i. Redaksi hadits secara umum dapat dikelompokkan sebagai berikut: man qala fi al-Qur’an, sebagian riwayat menggunakan man qala fi kitabillah sebagian lagi dengan kata man kazaba fi al-Qur’an, atau man kazaba ‘ala al-Qur’an kemudian diikuti bi al-Ra’yihi dan dalam riwayat lain bi gair ‘ilm. Sebagian riwayat menegaskan fa asaba faqad akhta’a dan kemudian disertai ancaman fal yatabwwa’ maq`adahu min al-Nar.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | 200. Agama > 2X1. Al-qur'an dan Ilmu yang Berkaitan |
| Divisions: | Universitas PTIQ Jakarta |
| Depositing User: | Andi Jumardi |
| Date Deposited: | 26 Feb 2026 00:41 |
| Last Modified: | 26 Feb 2026 00:41 |
| URI: | https://repository.ptiq.ac.id/id/eprint/1952 |
