Zaini, Ach. (2025) Blue Economy Menurut Muhammad Quraish Shihab dalam Tafsîr Al-Mishbâh. Masters thesis, Universitas PTIQ Jakarta.
2025-ACH. ZAINI-2021.pdf - Accepted Version
Download (1MB)
Abstract
Tesis ini sampai pada kesimpulan bahwa Menurut Muhammad Quraish Shihab laut bukan sekadar ruang yang menyimpan potensi ekonomi, melainkan tanda nyata dari kebesaran dan rahmat Allah yang patut direnungkan serta dijaga. Pandangan ini menegaskan bahwa pemanfaatan laut tidak boleh dipersempit hanya pada kepentingan eksploitasi material, tetapi harus ditempatkan dalam kerangka kesadaran spiritual bahwa laut adalah amanat ilahi. Dalam konteks Blue Economy, Menurut Muhammad Quraish Shihab menekankan bahwa setiap upaya untuk mengeksplorasi dan memanfaatkan sumber daya laut pada hakikatnya juga merupakan bentuk ibadah dan tanggung jawab manusia sebagai khalifah di muka bumi. Karena itu, pendekatan ekonomi berbasis kelautan seharusnya tidak hanya diukur dengan indikator keuntungan finansial atau pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga sejauh mana ia mencerminkan nilai-nilai tauhid, etika, dan keadilan sosial. Muhammad Quraish Shihab menggarisbawahi pentingnya kesadaran transendental dalam mengelola kekayaan laut. Artinya, setiap kebijakan, teknologi, maupun strategi pembangunan kelautan harus berlandaskan prinsip keberlanjutan, menjaga keseimbangan ekosistem, serta menghindari tindakan merusak yang bertentangan dengan misi manusia sebagai penjaga bumi.
Tesis ini mendukung pendapat Robert Maltus (1840) yang menyatakan bahwa sumber daya alam harus dimanfaatkan secara berhati-hati karena adanya ketidakpastian terhadap apa yang akan terjadi terhadap sumber daya alam untuk generasi di masa depan, dan Gunter Pauli yang berpendapat bahwa sumber daya alam akan efisien bila dimanfaatkan dengan penuh tanggung jawab.
Tesis ini bertentangan dengan Immanuel Kant (practical philosophy, 1999) yang menegaskan bahwa hanya manusia yang merupakan makhluk rasional, sehingga diperbolehkan menggunakan makhluk non rasional lainnya untuk mencapai tujuan hidup manusia. Oleh karena makhluk selain manusia dan semua entitas alamiah lainnya tidak memiliki akal budi, maka mereka tidak berhak untuk diperlakukan secara moral terhadapnya
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif kajian tematik, melalui studi kepustakaan dengan pendekatan ekoteologis, dengan menghimpun data-data yang berkaitan dengan judul dan pembahasan dalam tesis ini.
Kata Kunci: Blue Economy, Tafsîr Al-Mishbâh
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | 200. Agama > 2X1. Al-qur'an dan Ilmu yang Berkaitan |
| Divisions: | Pascasarjana > Tesis > Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Kamir Kamir |
| Date Deposited: | 02 Apr 2026 03:52 |
| Last Modified: | 02 Apr 2026 03:52 |
| URI: | https://repository.ptiq.ac.id/id/eprint/1957 |
