repository ptiq

Poligami dalam Pandangan Pakar Kontemporer Indonesia: Analisis Komparatif Pemikiran dan Pemahaman M. Quraish Shihab dan Siti Musdah Mulia

Ra’if Muzakki, Fauzan (2025) Poligami dalam Pandangan Pakar Kontemporer Indonesia: Analisis Komparatif Pemikiran dan Pemahaman M. Quraish Shihab dan Siti Musdah Mulia. Masters thesis, Universitas PTIQ Jakarta.

[thumbnail of Naskah Tesis] Text (Naskah Tesis)
2025-FAUZAN RA’IF MUZAKKI-2021.pdf - Accepted Version

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penafsiran M. Quraish Shihab dan Siti Musdah Mulia tentang poligami. Isu poligami di Indonesia masih terus berkembang hingga saat ini. Salah satu ayat yang sering dijadikan legitimasi sebagai dalil poligami adalah surah an-Nisâ’/4 ayat 3. Penelitian ini secara spesifik akan membahas penafsiran Quraish Shihab dan Musdah Mulia terhadap surah an-Nisâ’/4 ayat 3. Ayat ini sering digunakan oleh kelompok pro poligami sebagai dalil untuk melakukan poligami. Di saat yang bersamaan ayat ini juga kerap kali digunakan sebagai dalil yang menolak praktik poligami. Untuk itu meneliti pandangan mufassir Indonesia hususnya Quraish Shihab dan Musdah Mulia menjadi hal yang menarik untuk dilakukan.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian pustaka (library research). Seluruh data bersumber dari literatur-literatur yang terkait, baik sumber primer maupun sumber sekunder. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan tehnik analisis data deskriptif analitis komparatif.
Penelitian ini menemukan bahwa terdapat persamaan dan perbedaan Shihab dan Mulia dalam menafsirkan surah an-Nisâ’/4 ayat 3. Shihab dan Mulia sepakat bahwa surah an-Nisâ’/4 ayat 3, secara historis turun dalam rangka untuk menyelamatkan anak-anak yatim perempuan dari perbuatan tidak adil atau curang yang dilakukan oleh para wali anak yatim. Meski demikian, keduanya memiliki perbedaan pendapat dalam menetapkan hukum poligami. Shihab berpendapat secara redaksional ayat ini menunjukkan kebolehan poligami, namun ayat ini bukan berisi anjuran (sunnah) dan bukan pula bersifat perintah (mewajibkan) poligami. Menurut Shihab al-Qur’an bersifat sâlih likulli zaman wa makan, untuk itu al-Qur’an memperbolehkan poligami, mungkin saja suatu saat ada suatu keadaan yang mengharuskan seseorang untuk poligami. Berbeda halnya dengan Shihab, Mulia memahami ayat ini secara tematik, menurutnya yang diinginkan oleh Allah melalui ayat ini adalah untuk menghapus poligami. Pertama ayat ini memberikan informasi pembatasan poligami, dari jumlah istri yang tidak terbatas, menjadi dibatasi empat istri. Kedua, Islam memberikan syarat harus adil. Syarat ini begitu sulit dan ayat ini menjelaskan ancaman bagi yang tidak mampu bersikap adil. Ketiga, poligami dihapus secara mutlak, karena tidak akan ada satu lelaki pun yang bisa berbuat adil, kecuali Nabi. Perbedaan pandangan ini dikarenakan adanya perbedaan dari metode tafsir, pendekatan, dan perbedaan latar belakang keilmuan Shihab dan Mulia juga turut mempengaruhi hasil penafsiran yang berbeda.

Kata Kunci: Musdah Mulia, an-Nisâ’/4:3, Poligami, Quraish Shihab.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: 200. Agama > 2X1. Al-qur'an dan Ilmu yang Berkaitan
Divisions: Pascasarjana > Tesis > Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Kamir Kamir
Date Deposited: 02 Apr 2026 04:06
Last Modified: 02 Apr 2026 04:06
URI: https://repository.ptiq.ac.id/id/eprint/1958

Actions (login required)

View Item
View Item