repository ptiq

Studi Komparatif Tafsir Antara Abdul Jalil Isa Abu Al-Nasr dan Abdullah bin Ash-Shiddîq Al-Ghumarî tentang Fadhâil Nabi Muhammad Saw.

Hajibi, Rokib (2025) Studi Komparatif Tafsir Antara Abdul Jalil Isa Abu Al-Nasr dan Abdullah bin Ash-Shiddîq Al-Ghumarî tentang Fadhâil Nabi Muhammad Saw. Masters thesis, Universitas PTIQ Jakarta.

[thumbnail of Naskah Tesis] Text (Naskah Tesis)
2025-ROKIB HAJIBI-2021.pdf - Accepted Version

Download (1MB)

Abstract

Tesis ini membahas tentang pemahaman dan interpretasi Fadhâil Nabi Muhammad saw. melalui pendekatan komparatif antara dua tokoh tafsir, yaitu Abdul Jalil Isa Abu Al-Nasr dan Abdullah bin ash-Shiddîq al-Ghumarî. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun kedua tokoh memiliki pendekatan yang berbeda dalam menafsirkan Fadhâil Nabi, keduanya saling melengkapi untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang keutamaan Nabi Muhammad dalam konteks modern. Abdul Jalil Isa menekankan pada aspek kecintaan dan spiritualitas dalam bershalawat, sedangkan Abdullah al-Ghumarî memberikan penekanan pada aspek teologis dan hukum yang mendasari kewajiban bershalawat.
Dalam mencapai kesimpulan tersebut, penelitian ini menggunakan metode analisis komparatif yang mengkaji tafsir masing-masing tokoh terhadap ayat-ayat Al-Qur'an dan hadis yang berkaitan dengan Fadhâil Nabi. Penulis melakukan analisis mendalam terhadap teks-teks yang dihasilkan oleh kedua tokoh, serta mengidentifikasi persamaan dan perbedaan dalam pendekatan mereka. Melalui pendekatan ini, penulis dapat menggali makna yang lebih dalam dari ajaran Nabi Muhammad dan relevansinya dalam kehidupan sehari-hari umat Islam.
Tokoh Abdul Jalil Isa (1306-1401 H) didukung oleh penulis sebagai seorang mufasir yang mengedepankan pendekatan yang inklusif dan humanis. Karyanya "Taysîr al-Qur’ân al-Karîm" menunjukkan upaya untuk memudahkan pemahaman Al-Qur'an bagi masyarakat umum, serta menekankan pentingnya nilai-nilai moral dan etika dalam ajaran Islam.
Sebaliknya, tokoh Abdullah bin ash-Shiddîq al-Ghumarî (1328-1413 H) memiliki pandangan yang lebih konservatif dan kritis terhadap inovasi dalam tafsir. Ia menekankan pentingnya menjaga keaslian dan otoritas teks-teks agama, serta mengkritisi interpretasi yang dianggap menyimpang dari ajaran tradisional. Karyanya "Dilâlat al-Qur'ân al-Mubîn" berfungsi sebagai argumen teologis yang mendukung keutamaan Nabi Muhammad dengan merujuk pada bukti-bukti dari Al-Qur'an dan hadis.
Metode penelitian yang digunakan dalam tesis ini adalah analisis komparatif, yang mengkaji tafsir kedua tokoh terhadap ayat-ayat Al-Qur'an dan hadis yang berkaitan dengan Fadhâil Nabi. Penulis melakukan perbandingan mendalam antara kedua tafsir, mengidentifikasi persamaan dan perbedaan, serta menilai kontribusi masing-masing tokoh terhadap pemahaman Fadhâil Nabi. Melalui metode ini, tesis ini berusaha untuk memberikan wawasan baru tentang relevansi Fadhâil Nabi dalam konteks modern dan tantangan yang dihadapi oleh umat Islam saat ini.

Kata Kunci: Studi Komparatif Tafsir, Fadhâil Nabi, Keistimewaan Nabi

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: 200. Agama > 2X1. Al-qur'an dan Ilmu yang Berkaitan
Divisions: Pascasarjana > Tesis > Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Kamir Kamir
Date Deposited: 02 Apr 2026 04:22
Last Modified: 02 Apr 2026 04:22
URI: https://repository.ptiq.ac.id/id/eprint/1959

Actions (login required)

View Item
View Item