Marwati, Andi (2025) Etika Peran Gender Perspektif Al-Qur’an dalam Menanggulangi Fatherless. Masters thesis, Universitas PTIQ Jakarta.
2025-ANDI MARWATI-2022.pdf - Accepted Version
Download (1MB)
Abstract
Tesis ini menyimpulkan bahwa peran ayah yang aktif dalam pengasuhan anak serta penerapan prinsip etika peran gender yang berkeadilan dalam rumah tangga dapat menjadi solusi dalam mengatasi fenomena fatherless dalam keluarga dengan menggunakan pendekatan struktural fungsional. Kajian ini menunjukkan bahwa peran ayah dan ibu dalam rumah tangga bersifat komplementer, bukan hierarkis. Prinsip zawj (pasangan) dalam Al-Qur'an menekankan keseimbangan dan kesalingan dalam peran domestik, sebagaimana tercermin dalam fleksibilitas tugas rumah tangga yang dilakukan oleh Nabi Muhammad. Selain itu, konsep qiwâmah dalam Q.S. An-Nisâ/4: 34 diinterpretasikan secara kontekstual sebagai tanggung jawab dan pemeliharaan, bukan bentuk dominasi laki-laki terhadap perempuan.
Tesis ini juga menemukan bahwa pembagian tugas dalam keluarga bersifat dinamis dan dapat disesuaikan dengan konteks sosial. Konsep tarbiyah dalam Q.S. Luqmân dan Q.S. At-Tahrîm menegaskan bahwa pengasuhan anak adalah tanggung jawab bersama kedua orang tua, bukan hanya peran ibu semata. Dalam pengambilan keputusan keluarga, prinsip syȗra sebagaimana dijelaskan dalam Q.S. Al-Baqarah/2: 233 menjadi landasan penting dalam membangun keharmonisan rumah tangga. Selain itu, etika peran gender dalam Islam harus berlandaskan nilai keadilan ('adl) dan kebajikan (ihsân), sebagaimana tercermin dalam interaksi antara suami dan istri. Prinsip maslahah juga menjadi dasar dalam merekonfigurasi peran gender dalam keluarga agar tetap relevan dengan kebutuhan zaman.
Tesis ini diperoleh melalui kajian terhadap tujuh poin utama etika peran gender dalam rumah tangga. Pertama, prinsip komplementaritas peran yang ditekankan oleh Amina Wadud (1999) dalam karyanya yang menganalisis konsep zawj dalam Al-Qur'an. Kedua, reinterpretasi kontekstual terhadap konsep qiwâmah berdasarkan kajian Ziba Mir-Hosseini (2015) yang memaknainya sebagai tanggung jawab pemeliharaan, bukan dominasi. Ketiga, fleksibilitas pembagian tugas yang tercermin dalam sejarah Nabi Muhammad sebagaimana diuraikan oleh Asma Barlas (2002). Keempat, tanggung jawab bersama dalam pengasuhan (tarbiyah) yang dibahas oleh Hasan Langgulung (2014) berdasarkan ayat-ayat Al-Qur'an. Kelima, penerapan prinsip musyawarah (syȗra) dalam pengambilan keputusan keluarga yang dikaji oleh Siti Ruhaini Dzuhayatin (2019). Keenam, prinsip keadilan dan kebajikan dalam relasi suami-istri menurut kajian Kecia Ali (2016). Ketujuh, penggunaan prinsip maslahah dalam rekonfigurasi peran gender modern berdasarkan teori Mohammad Hashim Kamali (2003).
Tesis ini sejalan dengan pandangan tokoh-tokoh seperti Amina Wadud (1999), Ziba Mir-Hosseini (2015), dan Asma Barlas (2002) yang menekankan fleksibilitas peran gender dalam Islam serta perlunya reinterpretasi ayat-ayat Al-Qur'an agar sesuai dengan prinsip keadilan. Pendekatan ini juga didukung oleh Hasan Langgulung (2014) dan Siti Ruhaini Dzuhayatin (2019) yang menyoroti pentingnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak dan musyawarah dalam rumah tangga. Namun, tesis ini bertentangan dengan pandangan mufassir klasik seperti Al-Alusi (1802-1854 M) menganggap peran ibu hanya terbatas pada pengasuhan dan mendidik anak di rumah. Kemudian laki-laki dianggap tidak memiliki tanggung jawab langsung dalam pengasuhan selain memberikan nafkah, dan Al-Qurtubi (1214-1273 M) yang memahami qiwâmah sebagai hak mutlak laki-laki untuk mendisiplinkan istri dan anak serta mengajarkan bahwa perempuan harus tunduk dalam pengasuhan anak, sementara laki-laki bertanggung jawab atas nafkah dan kepemimpinan, meskipun mendukung bahwa suami dan istri harus bekerja sama dalam keluarga, tetapi tetap menempatkan laki-laki sebagai figur dominan.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan struktural fungsional untuk menganalisis bagaimana peran gender dalam Islam berfungsi sebagai sistem yang mendukung keseimbangan dalam keluarga.
Kata Kunci: Etika Peran Gender, Fatherless, Al-Qur’an.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | 200. Agama > 2X1. Al-qur'an dan Ilmu yang Berkaitan |
| Divisions: | Pascasarjana > Tesis > Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Kamir Kamir |
| Date Deposited: | 02 Apr 2026 05:18 |
| Last Modified: | 02 Apr 2026 05:18 |
| URI: | https://repository.ptiq.ac.id/id/eprint/1962 |
