Hikmah, Nurul (2025) Perlindungan Lansia Perspektif Al-Qur’an. Masters thesis, Universitas PTIQ Jakarta.
2025-NURUL HIKMAH-2022.pdf - Accepted Version
Download (1MB)
Abstract
Penelitian ini menganalisis perlindungan lansia dalam perspektif Al-Qur’an, dengan menelusuri dinamika sosial dan keagamaan yangmelatarbelakangi isu tersebut. Lahir dari keprihatinan terhadap meningkatnya kerentanan fisik, psikologis, dan sosial yang dialami kelompok lanjut usia,
penelitian ini berupaya menggali dasar normatif dan etis perlindungan lansia sebagaimana digariskan oleh Al-Qur’an. Secara metodologis, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif kepustakaan dengan metode tafsir tematik (maudhu‘i), serta menggunakan tiga teori sosial, yaitu: teori sistem keluarga, teori pertukaran sosial dan kerangka konsep perlindungan sosial untuk membaca persoalan perlindungan lansia dalam konteks sosial modern sebelum dikaitkan dengan nilai-nilai Al-Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama, diskursus mengenai perlindungan lansia menegaskan bahwa lansia merupakan kelompok rentan yang membutuhkan jaminan kehidupan layak, baik secara biologis, psikologis, ekonomi, maupun sosial. Kedua, dalam komunitas muslim awal, Islam menempatkan lansia sebagai bagian terhormat dari masyarakat dengan dua bentuk perlindungan utama: pemeliharaan bagi yang lemah dan penghargaan bagi yang tetap produktif. Ketiga, Al-Qur’an memberikan sejumlah isyarat perlindungan lansia melalui term-term seperti asy-syaikh, al-kibar, al-‘ajûz, dan ardzal al-‘umur, yang menegaskan pandangan bahwa penuaan Adalah sunnatullah yang harus dihormati, serta menekankan nilai rahmah, ihsân, dan penghormatan terhadap martabat manusia. Keempat, dari analisis berbasis teori sosial dan tafsir menunjukkan bahwa Al-Qur’an tidak hanya memberikan dasar normatif, tetapi juga mengandung prinsip-prinsip moral dan sosial yang dapat dijadikan rujukan dalam perumusan arah kebijakan perlindungan lansia, meliputi penguatan kesehatan, dukungan psikososial, jaminan ekonomi yang berkeadilan, dan partisipasi sosial yang inklusif. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa perlindungan terhadap lansia merupakan tanggung jawab kolektif yang berpijak pada nilai kasih sayang, keadilan, dan penghormatan terhadap martabat manusia. Pandangan Al-Qur’an tidak hanya menempatkan lansia sebagai pihak yang perlu dibantu, tetapi juga sebagai subjek berharga yang membawa hikmah, pengalaman, dan peran sosial dalam menjaga keberlanjutan nilai-nilai kemanusiaan. Kata kunci: perlindungan lansia, kerentanan, Al-Qur’an, teori sosial, martabat manusia.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | 200. Agama > 2X1. Al-qur'an dan Ilmu yang Berkaitan |
| Divisions: | Pascasarjana > Tesis > Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Kamir Kamir |
| Date Deposited: | 02 Apr 2026 05:47 |
| Last Modified: | 02 Apr 2026 05:47 |
| URI: | https://repository.ptiq.ac.id/id/eprint/1963 |
