Soim, Moh (2025) Makna Pluralisme Agama dalam Paradigma Mabâdiul ‘Âmmah Ali Jum’ah. Masters thesis, Universitas PTIQ Jakarta.
2025-MOH. SOIM-2023.pdf - Accepted Version
Download (1MB)
Abstract
Penelitian ini menemukan bahwa Pluralisme Agama tidak dapat ditolak maupun diterima secara mutlak. Secara istilah, Pluralisme Agama tidak selalu berkonotasi negatif dan bukan berarti menciptakan agama baru atau memiliki standar ganda. Al-Qur’an menyediakan pemahaman teoritis yang menghasilkan prinsip-prinsip universal untuk membentuk paradigma komprehensif bagi agamawan muslim dan nonmuslim dalam memahami pluralitas agama tanpa menciptakan kerancuan keyakinan.
Penelitian ini bertujuan melakukan analisis kembali terhadap tema yang telah lama diperdebatkan dalam Al-Qur’an terkait ayat-ayat pluralitas agama. Permasalahan mendasar terletak pada pro dan kontra dalam konteks paham Pluralisme Agama antara pihak yang mendukung dan menolak. Penelitian diharapkan dapat mengatasi perdebatan tersebut dengan menitikberatkan pada aspek kesadaran dan keadilan dalam menemukan titik temu yang dapat dipadukan tanpa mencampuradukkan hal-hal yang menimbulkan kerancuan keyakinan.
Paradigma mabâdiul 'âmmah (prinsip universal) Ali Jum’ah dengan teori semantik independen (al-dilâlah al-mustaqillah) didukung sebagai pembaruan paradigma qurani yang berakar pada tradisi Nabi SAW dan sarjana klasik. Namun, pihak yang bertentangan dengan temuan ini cenderung berlebihan dalam perdebatan, baik yang menolak secara mutlak seperti Anis Malik Thoha, atau yang menerima secara mutlak seperti Abdul Moqsit Ghazali. Hal itu, dikarenakan sentimen terhadap ideologi Barat maupun yang terlalu mensuperiorkan Barat hingga menerobos pakem-pakem kokoh dengan dalil Al-Qur’an dan hadis. Masing-masing memiliki argumentasi yang dipertahankan, namun keduanya cenderung ekstrem dalam pendekatannya.
Penelitian menggunakan metode maudhû'i (tematik) untuk menggali informasi secara tematis mengenai realitas keragaman agama dan hubungan antaragama. Penelitian menggali makna Al-Qur’an hingga menemukan makna independennya yang dijadikan paradigma nilai universal Al-Qur’an. Proses ini mempertimbangkan telaah di luar teks (qirâah fî mandzûr) yang berakar pada objek kajian filsafat Islam untuk memadukan kajian di dalam teks (qirâah fî manqûl) dengan di luar teks. Data dianalisis menggunakan model deskriptif dan eksplanatoris dengan teori Ali Jum'ah sebagai pisau analisis dalam menggali prinsip universal Al-Qur’an.
.
Pluralisme, Agama, Mabâdiul, ‘Âmmah, Ali Jum’ah.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | 200. Agama > 2X1. Al-qur'an dan Ilmu yang Berkaitan |
| Divisions: | Pascasarjana > Tesis > Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Kamir Kamir |
| Date Deposited: | 04 Apr 2026 11:01 |
| Last Modified: | 04 Apr 2026 11:01 |
| URI: | https://repository.ptiq.ac.id/id/eprint/1973 |
