repository ptiq

Pola Sisipan Isrâ’îliyyât dalam Tafsir: Analisis Komparatif Tafsir Al-Bagawî dan Ibnu ‘Athiyah

Ulil Amri Arhamzah, Tashdieq (2025) Pola Sisipan Isrâ’îliyyât dalam Tafsir: Analisis Komparatif Tafsir Al-Bagawî dan Ibnu ‘Athiyah. Masters thesis, Universitas PTIQ Jakarta.

[thumbnail of Naskah Tesis] Text (Naskah Tesis)
2025-TASHDIEQ ULIL AMRI ARHAMZAH-2023.pdf - Accepted Version

Download (1MB)

Abstract

Kesimpulan utama tesis ini menunjukkan bahwa Ibnu ‘Athiyah menerapkan pendekatan verifikatif-kritikal melalui tiga lapis penyaringan: labelisasi diskursif (qîla, ruwiya, qâlat firqah), kritik sanad dan matan, serta uji teologis terhadap maqâm kenabian (‘ismah al-anbiyâ’). Namun, hal menarik yang ditemukan adalah bahwa meskipun Ibnu ‘Athiyah dikenal dengan pendekatan verifikatifnya, terdapat satu ayat dalam al-Muh̲arrar al- Wajîz yang memuat riwayat gharîb tanpa komentar atau penilaian eksplisit, menunjukkan adanya ruang naratif yang tetap terbuka bagi pembaca untuk menilai sendiri validitasnya. Sebaliknya, al-Bagawi dalam Maʿâlim al-Tanzîl menggunakan pendekatan kompilatif-estetis, menghimpun berbagai riwayat dari sahabat, tabi‘in, dan perawi isrâ’îliyyât tanpa takhrîj sanad atau tarjîḥ matan. Riwayat tersebut disajikan sebagai ilustrasi naratif yang memperkaya alur kisah, bukan sebagai objek verifikasi epistemik. Hal ini memperkuat kesan bahwa fungsi riwayat tersebut adalah membentuk lanskap naratif yang hidup dan memperluas horizon imajinatif pembaca.
Tesis ini juga menawarkan pandangan berbeda terhadap klasifikasi al- Dzahabî yang menggolongkan tafsir Ibnu ‘Athiyah sebagai tafsîr bil ma’tsûr. Penulis berpendapat bahwa Ibnu ‘Athiyah menggabungkan pendekatan ma’tsûr dan bil ra’y secara kritis, dipengaruhi oleh atmosfer intelektual Andalusia yang bersinggungan dengan tradisi filsafat dan rasionalisme, sehingga mendorong kehati-hatian epistemik dalam menyikapi narasi eksternal. Tesis ini juga memiliki kesamaan dengan analisis Fayed dan Ramzi Na’na’ah terkait sikap Ibnu ‘Athiyah terhadap isrâ’îliyyât.
Temuan dari kajian ini adalah identifikasi parameter tamyîz eksplisit dan implisit dalam penyaringan isrâ’îliyyât, serta perumusan matriks evaluatif lima-lapis sebagai standar operasional dalam studi tafsir: (1) identifikasi narasi, (2) labelisasi redaksional, (3) validasi sanad, (4) analisis matan, (5) uji teologis terhadap prinsip ‘ismah, dan (6) fungsi naratif terhadap makna ayat. Kerangka ini memungkinkan penyaringan riwayat secara sistematis dan berlapis, serta menjaga kemurnian makna Qur’anik dari kontaminasi narasi eksternal. Kajian ini juga mengintegrasikan kerangka encoding/decoding Stuart Hall untuk menunjukkan bahwa tafsir bukan sekadar transmisi pasif, melainkan proses resepsi aktif yang dipengaruhi oleh latar sosial, tradisi keilmuan, dan posisi teologis mufassir. Dalam konteks ini, al-Bagawi menjalankan decoding naratif secara terbuka dan estetis, sementara Ibnu ‘Athiyah menerapkan filter berlapis untuk menjaga kemurnian makna.
Penelitian ini menggunakan pendekatan komparatif-kualitatif dengan fokus pada analisis tekstual dan kontekstual terhadap dua karya tafsir utama: al-Muh̲arrar al-Wajîz karya Ibnu ‘Athiyah dan Maʿâlim al-Tanzîl karya al- Bagawi. Perbedaan ini mencerminkan dua kutub tafsir klasik: satu sebagai benteng kritik, dan satu sebagai jembatan pedagogis. Keduanya saling melengkapi dalam membentuk spektrum tafsir yang kaya dan beragam. Namun, dalam konteks pemurnian makna dan pembentukan standar evaluatif, pendekatan Ibnu ‘Athiyah menawarkan kerangka yang lebih sistematis, kritis, dan tahan uji.

Kata Kunci: Pola, Sisipan, Isrâ’îliyyât,

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: 200. Agama > 2X1. Al-qur'an dan Ilmu yang Berkaitan
Divisions: Pascasarjana > Tesis > Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Kamir Kamir
Date Deposited: 10 Apr 2026 03:29
Last Modified: 10 Apr 2026 03:29
URI: https://repository.ptiq.ac.id/id/eprint/2001

Actions (login required)

View Item
View Item