repository ptiq

Relasi Gender Dalam Tafsir Riwayat Aisyah R.A.

Paridhati, Zahida (2025) Relasi Gender Dalam Tafsir Riwayat Aisyah R.A. Masters thesis, Universitas PTIQ Jakarta.

[thumbnail of Naskah Tesis] Text (Naskah Tesis)
2025-ZAHIDA PARIDHATI-2022.pdf - Accepted Version

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini menganalisis pemikiran Aisyah r.a. mengenai relasi gender melalui kajian atas riwayat-riwayat tafsirnya terhadap sejumlah ayat Al-Qur’an yang memuat isu gender. Sebagai salah satu tokoh perempuan terkemuka pada masa sahabat, Aisyah hidup di era klasik yang disebut para sarjana feminis dibentuk oleh struktur patriarki. Kondisi tersebut mendorong pertanyaan kritis mengenai apakah pandangan Aisyah dalam memahami relasi gender turut merepresentasikan cara pandang tradisional yang patriarkis, atau justru menampilkan nuansa yang lebih progresif. Dengan menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research), penelitian ini mengadopsi kerangka tipologi tafsir feminis yang mengklasifikasikan pendekatan feminis dalam menafsirkan Al-Qur’an ke dalam dua model utama, yakni egaliter dan androsentris.
Hasil penelitian ini mengungkap dua temuan utama. Pertama, Aisyah turut meramaikan aktivitas penafsiran terhadap beberapa ayat yang bersinggungan dengan isu-isu gender, antara lain ayat tentang menstruasi, asal usul penciptaan manusia, poligini, mahar, nusyūz, serta perempuan pasca perceraian. Penafsirannya terhadap ayat-ayat tersebut menghadirkan perspektif yang empatik terhadap kelompok rentan hingga menjadikan Aisyah sebagai figur inspiratif bagi pemikir feminis muslim modern kontemporer dalam mengadvokasi keadilan. Kedua, pendekatan Aisyah dalam menafsirkan ayat-ayat tersebut tidak dapat direduksi secara rigid ke dalam satu kategori tertentu. Dalam kerangka tipologi tafsir feminis, posisi Aisyah menempati dua spektrum sekaligus, di satu sisi tetap mempertahankan nuansa androsentrisme namun berupaya melihatnya secara kritis, dan di sisi lain mengedepankan paham egalitarianisme yang menekankan prinsip keadilan.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa meskipun secara kronologis tafsir Aisyah termasuk dalam kategori tafsir tradisional, akan tetapi riwayat-riwayat tersebut tidak menunjukkan kecenderungan untuk mereproduksi wacana patriarkis. Sebaliknya, Aisyah memperlihatkan perhatiannya terhadap kelompok-kelompok yang secara sosial termarjinalkan, khususnya perempuan. Empatinya terejewantah secara konsisten mengingatkan tentang perlindungan terhadap perempuan, pengakuan atas hak-haknya, serta penegasan terhadap prinsip keadilan dan kemitraan dalam hubungan relasi. Penelitian ini juga mendukung temuan Norma Azmi Farida (2024) yang menyatakan bahwa feminisme versi Aisyah berorientasi pada upaya rekonsiderasi, fasilitasi, dan dukungan terhadap progresivitas perempuan.

Kata Kunci: Relasi Gender, Aisyah r.a., Tafsir Feminis

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: 200. Agama > 2X1. Al-qur'an dan Ilmu yang Berkaitan
Divisions: Pascasarjana > Tesis > Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Kamir Kamir
Date Deposited: 11 Apr 2026 03:34
Last Modified: 11 Apr 2026 03:34
URI: https://repository.ptiq.ac.id/id/eprint/2003

Actions (login required)

View Item
View Item