repository ptiq

Korban Women Trafficking Sebagai Ashnâf Zakat

Syafa’atun Ni’mah, Ilya (2025) Korban Women Trafficking Sebagai Ashnâf Zakat. Masters thesis, Universitas PTIQ Jakarta.

[thumbnail of Naskah Tesis] Text (Naskah Tesis)
2025-ILYA SYAFA’ATUN NI’MAH-2023.pdf - Accepted Version

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini menyimpulkan bahwa korban Women Trafficking layak dikategorikan sebagai penerima zakat dalam kerangka fikih yang kontekstual dan responsif terhadap keadilan sosial. Dalam konteks saat ini, mereka tidak hanya masuk dalam kategori riqâb karena kehilangan kebebasan dan kedaulatan atas tubuhnya, tetapi juga dapat dimasukkan ke dalam kelompok gârim karena keterikatan pada utang yang dibuat secara sistemik dan koersif. Perjuangan korban untuk keluar dari sistem eksploitasi dan mengembalikan martabat diri juga memungkinkan mereka ditempatkan dalam cakupan fî sabîlillâh. Bahkan, jika delapan golongan zakat klasik dipandang belum memadai untuk menangkap kompleksitas penderitaan korban, maka mereka layak menjadi ashnâf prioritas. Dengan demikian, zakat harus dilihat sebagai instrumen etis dan strategis yang mampu menjawab kebutuhan kelompok rentan yang mengalami penindasan struktural.
Salah satu tokoh yang paling dekat dengan arah riset ini adalah Prof. Dr. Yusuf al-Qardhawi, melalui karya monumentalnya Fiqh al-Zakah. Ia menyatakan bahwa kategori riqâb dapat diperluas tidak hanya pada budak literal, tetapi juga pada “segala bentuk keterikatan dan penghambaan struktural yang menghilangkan kemerdekaan manusia,” termasuk tawanan politik, pekerja migran yang tereksploitasi, hingga korban penindasan ekonomi. Selaras dengan itu, pemikiran Muqsid al-Ghazali, khususnya melalui teori tanqîẖ al-nushûsh bi ‘aql al-mujtama‘ yajûz, menjadi kerangka normatif yang memberi legitimasi pada reinterpretasi ayat-ayat zakat dalam konteks sosial kontemporer. Muqsid menolak pendekatan legal-formalistik yang membekukan makna nash, dan mendorong agar penafsiran hukum Islam senantiasa menjawab kebutuhan moral dan sosial masyarakat.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka (library research). Sumber primer yang dikaji meliputi Al-Qur’an, kitab tafsir, karya fikih klasik dan kontemporer, serta literatur hak asasi manusia (HAM) dan laporan sosial. Data dianalisis secara deskriptif-kritis dengan menggabungkan tiga pendekatan: semantik Qur’anik, maqasid sosial, dan hermeneutika kontekstual. Tujuannya adalah membangun justifikasi teologis bahwa zakat memiliki peran sebagai instrumen pembebasan bagi korban Women Trafficking. Dengan pendekatan ini, penelitian tidak hanya menjawab persoalan normatif, tetapi juga menawarkan arah pembaruan fikih yang lebih responsif terhadap ketimpangan sosial yang nyata.

Kata Kunci: Korban Women Trafficking, Ashnâf Zakat, Hermeneutika.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: 200. Agama > 2X1. Al-qur'an dan Ilmu yang Berkaitan
Divisions: Pascasarjana > Tesis > Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Kamir Kamir
Date Deposited: 11 Apr 2026 04:25
Last Modified: 11 Apr 2026 04:25
URI: https://repository.ptiq.ac.id/id/eprint/2004

Actions (login required)

View Item
View Item