Muthoharoh, Irhamil (2025) Respons Al-Qur’an Terhadap Problematika Involuntary Childlessness (Analisis Hermenutika Demitologi Rudolf Karl Bultmann). Masters thesis, Universitas PTIQ Jakarta.
2025-IRHAMIL MUTHOHAROH-2023.pdf - Accepted Version
Download (1MB)
Abstract
Kesimpulan penelitian ini adalah penolakan terhadap pandangan yang memosisikan poligami dan perceraian sebagai solusi ideal bagi pasangan involuntary childlessness. Praktik tersebut, apabila didasarkan semata pada ketiadaan keturunan, justru berpotensi menambah ketidakadilan terhadap perempuan dan mereduksi nilai sakral pernikahan menjadi sebatas fungsi reproduksi. Perspektif ini berbeda pendapat dengan sejumlah mufasir klasik dan kontemporer seperti Ibnu ‘Asyûr, Quraish Shihab, dan Amin al-Khuli yang memberi toleransi terhadap poligami dalam konteks kemandulan. Sebaliknya, penelitian ini sejalan dengan pandangan Fazlur Rahman dan Musdah Mulia yang menekankan pentingnya etika keadilan dalam perlindungan martabat perempuan.
Sebagai alternatif, dirumuskan lima pendekatan solutif yang saling melengkapi. (1) Secara teologis, kisah Zakariya mengajarkan nilai doa dan penerimaan takdir; (2) secara psikologis, pentingnya penerimaan diri dan ketahanan emosional (resilience) dalam menghadapi stigma sosial; (3) secara sosial, Al-Qur’an menyerukan budaya empati dan pemberdayaan pasangan tanpa anak; (4) secara hukum, regulasi poligami dan perceraian dalam KHI tidak menjadikan kemandulan sebagai alasan mutlak, dan harus ditimbang dengan prinsip keadilan Qur’ani; (5) secara medis, opsi seperti IVF, ICSI, dan adopsi menjadi bentuk ikhtiar rasional dan etis. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa penyelesaian terhadap involuntary childlessness membutuhkan integrasi pendekatan spiritual, psikologis, sosial, hukum, dan medis yang utuh, adil, dan berpusat pada nilai-nilai Qur’ani.
Metode penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan pendekatan hermeneutika demitologisasi Rudolf Bultmann untuk menganalisis kisah Nabi Zakariya dan Nabi Ibrahim beserta istri mereka. Pendekatan ini digunakan untuk menafsirkan ulang unsur-unsur mitos dan mukjizat dalam kisah kemandulan secara eksistensial, sehingga makna ayat tidak dipahami secara literal-biologis, melainkan ditekankan pada nilai spiritual, etis, dan kemanusiaan yang relevan bagi pasangan involuntary childlessness masa kini.
Kata Kunci: Involuntary Childlessness, Hermeneutika Demitologisasi, Rudolf Bultmann, Tafsir Kisah, Hukum Islam
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | 200. Agama > 2X1. Al-qur'an dan Ilmu yang Berkaitan |
| Divisions: | Pascasarjana > Tesis > Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Kamir Kamir |
| Date Deposited: | 11 Apr 2026 04:36 |
| Last Modified: | 11 Apr 2026 04:36 |
| URI: | https://repository.ptiq.ac.id/id/eprint/2005 |
