repository ptiq

Manajemen Perilaku Kognitif dalam Menanggulangi Disforia Gender Perspektif Al-Qur’an

Paxia Ilyas, Muslimah (2025) Manajemen Perilaku Kognitif dalam Menanggulangi Disforia Gender Perspektif Al-Qur’an. Masters thesis, Universitas PTIQ Jakarta.

[thumbnail of Naskah Tesis] Text (Naskah Tesis)
2025-MUSLIMAH PAXIA ILYAS-2023.pdf - Accepted Version

Download (1MB)

Abstract

Disforia gender merupakan kondisi psikologis yang dialami oleh seseorang ketika identitas gender yang ia rasakan tidak selaras dengan jenis kelamin biologisnya sejak lahir. Keadaan ini sering menimbulkan rasa ketidaknyamanan dan distres bagi individu yang mengalaminya. Disforia gender tidak digolongkan sebagai perilaku menyimpang akan tetapi dikategorikan sebagai kondisi psikologis sehingga membutuhkan penanggulangan dan pengobatan yang tepat.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa penanggulangan disforia gender dapat dilakukan dengan pendekatan manajemen perilaku kognitif perspektif Al-Qur’an, yaitu: 1) Tindakan pencegahan awal berupa pendidikan seksual, dukungan keluarga dan sosial, serta koping religius. (2) Restrukturisasi kognitif yaitu dengan menggunakan konsep muhasabah, husnudzan, serta mengenal mekanisme do’a dalam kesembuhan. (3) Regulasi emosi dan perilaku dengan memahami konsep jihadun nafs, menangani kecemasan umum dan kecemasan moral melalui terapi relaksasi dan manajemen diri.
Kesimpulan ini diperoleh melalui pendalaman terhadap prinsip-prinsip manajemen perilaku kognitif yang kemudian dipadukan dengan ayat-ayat Al-Qur’an terkait tema tersebut. Manajemen perilaku kognitif dalam perspektif Al-Qur’an mencerminkan nilai-nilai Islam yang diajarkan di dalamnya, seperti zikir, tobat, sabar, syukur, tawakal, dan doa. Prinsip-prinsip ini berperan penting dalam membantu proses evaluasi terhadap pikiran otomatis yang keliru, menggantinya dengan pemikiran yang lebih rasional, serta meningkatkan kemampuan pengendalian diri dalam berbagai kondisi.
Temuan ini sejalan dengan beberapa teori, seperti: 1) Teori Al-Ghazali tentang psikologi sufistik yang membahas keterkaitan antara jiwa dan tingkah laku. (2) Teori Aaron T. Beck yang berfokus pada peran pola pikir distrorsi sebagai penyebab masalah emosional sehingga perlu diidentifikasi dan mengubahnya pada pola pikir positif. (3) Teori Carl Jung bahwasannya manusia sebagai individu yang memiliki potensi positif, termasuk kebutuhan akan pencapaian spiritual. (4) Teori Louis Lindley tentang strategi koping yang sehat bagi disforia gender adalah coping emotion-focused. Penelitian ini bertentangan dengan 1) American Psychiatric Association merekomendasikan operasi genital dan terapi hormon pada disforia gender. (2) Teori kebutuhan Abraham Maslow tentang kebutuhan aktualisasi diri.
Dalam penelitian ini, penulis menerapkan metode kualitatif dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber, seperti ayat-ayat Al-Qur’an, hadis Nabi, tafsir Al-Qur’an, buku, hasil penelitian, jurnal, artikel, serta materi konferensi atau seminar. Untuk menganalisis permasalahan, penulis menggunakan pendekatan tafsir tematik (maudhu’i).

Kata Kunci: disforia gender, manajemen perilaku kognitif, Al-Qur’an

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: 200. Agama > 2X1. Al-qur'an dan Ilmu yang Berkaitan
Divisions: Pascasarjana > Tesis > Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Kamir Kamir
Date Deposited: 11 Apr 2026 04:51
Last Modified: 11 Apr 2026 04:51
URI: https://repository.ptiq.ac.id/id/eprint/2006

Actions (login required)

View Item
View Item