repository ptiq

Perniagaan Perspektif Al-Qur’an: Studi Komparatif Tafsîr IBN Katsîr dan Tafsîr Sya’râwî

Fadhani, Ahmad (2026) Perniagaan Perspektif Al-Qur’an: Studi Komparatif Tafsîr IBN Katsîr dan Tafsîr Sya’râwî. Masters thesis, Universitas PTIQ Jakarta.

[thumbnail of Naskah Tesis] Text (Naskah Tesis)
2026-AHMAD FADHANI-2023.pdf - Accepted Version

Download (1MB)

Abstract

Kesimpulan tesis ini adalah menganalasis konsep nilai perniagaan dalam Al-Qur’an melalui studi komparatif tafsir klasik (Tafsir Ibn Katsîr) dan tafsir kontemporer (Tafsir Sya’râwî), yang berfokus pada penafsiran ayat-ayat perniagaan (tijârah) untuk mengungkapkan perbandingan persamaan, perbedaan serta perkembangan pemahaman pada tafsir ayat-ayat yang mengandung perniagaan dari kedua mufasir tersebut, baik perniagaan transaksional nyata atau perniagaan metafora spiritual, perniagaan transaksional nyata disini yaitu suatu muamalah yang keterlibatannya sesama manusia dengan bentuk transaksi yang nyata, maupun perniagaan metafora spiritual yaitu bermaksud dengan keterlibatannya hanya manusia dan Allah, yang mana yang ditukarnya berupa amal ibadah dengan pahala dan surga juga bentuk transaksinya adalah spiritual, simbolik dan percaya dengan iman.
Artikel ini memiliki temuan dengan pemikiran Al-Ghazali yang berpandangan bahwa perniagaan yang sukses diukur dari ketenangan batin, bukan hanya keuntungan materi. Juga baginya perniagaan memiliki bahaya yaitu bisa menjadikan timbulnya rasa tamak serta kikir maupun terjadinya penipuan yang dapat merusak hati. Persamaannya terletak bahwa perniagaan adalah aktivitas mulia jika dilakukan sesuai syariat serta kejujuran dan amanah adalah pondasi utama dalam berniaga. Perbedaannya, Ibn Katsîr berfokus pada aspek lahiriahnya sesuai corak bil ma’tsûrnya dan Mutawally Al-Sya’râwî menekankan makna kehidupan dengan realitas masyarakat.
Nilai perniagaan disini sebagai fondasi yang membentuk kesadaran pribadi maupun sosial dalam spiritual manusia. Ini menegaskan bahwa konsep perniagaan tidak dapat dipahami secara tunggal, melainkan saling bergandengan antara dimensi muamalah dan syariat. Ibn Katsîr menggaris bawahi sisi kepatuhan hukum (halal atau haram) dalam bermuamalah dan konteks historis turunnya ayat dengan penafsiran yang bersifat tekstual, sedangkan Mutawally Al-Sya’râwî menekankan sisi nilai spiritual, keberkahan, etika sosial, dan relevansi kontemporer dengan gaya penafsiran yang populer.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan komparatif-analitis. Sumber utama penelitiannya yaitu Tafsîr Al-Qur’ân Al-‘Azhîm dan Tafsîr Khawatir, dapat disimpulkan bahwa perbedaan penafsiran antara Ibn Katsîr dan Mutawally Al-Sya’râwî merefleksikan perkembangan konteks sosial intelektual masing-masing periode, namun saling melengkapi dalam membangun konsep perniagaan Islam yang menyeluruh yang tidak hanya sah secara fikih, tetapi juga bermakna secara spiritual dan sosial. Implikasinya, menyatukan antara pendekatan klasik dan kontemporer dapat memperkaya pemahaman serta mampu berniaga islam yang beretika dan berkeadilan.
Kata kunci: Perniagaan, Al-Qur’an, Tafsir Ibn Katsîr, Tafsir Sya’râwî

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: 200. Agama > 2X1. Al-qur'an dan Ilmu yang Berkaitan
Divisions: Pascasarjana > Tesis > Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Kamir Kamir
Date Deposited: 11 Apr 2026 05:29
Last Modified: 11 Apr 2026 05:29
URI: https://repository.ptiq.ac.id/id/eprint/2008

Actions (login required)

View Item
View Item