Latif Tsauri, Ahmad (2026) Relevansi Frugal Living dan Filosofi Budaya Sunda Perspektif Moh. E. Hasim dalam Tafsir Ayat Suci Lenyepaneun. Masters thesis, Universitas PTIQ Jakarta.
2026-AHMAD LATIF TSAURI-2023.pdf - Accepted Version
Download (1MB)
Abstract
Kesimpulan Tesis ini menyatakan bahwa Frugal living memiliki keselarasan yang kuat dengan budaya Sunda sebagaimana terlihat dalam tafsir Ayat Suci Lenyepaneun karya Moh. E. Hasim. Dalam hal ini, filosofi basajan relevan dengan prinsip hidup qanaah (sederhana). Ungkapan ulah tamplok batokeun relevan dengan berperilaku hemat yaitu gaya hidup yang tidak over konsumtif / tidak israf . Ungkapan ulah awuntah sangat cocok dengan prinsip efisien atau tidak tabdzir. Prinsip sineger tengah relevan dengan washatiyyah (moderat). Dan yang terakhir prinsip sabilulungan yang direpresentasikan dalam bentuk berinfak di jalan Allah Swt. Nilai-nilai ini tidak hanya dalam rangka mengatur kestabilan ekonomi individu atau kelompok, melainkan ada tujuan yang lebih besar. Tujuan itu merupakan tujuan paripurna, yaitu selamat dunia dan akhirat.
Kesimpulan tersebut diperoleh melalui analisis terhadap makna frugal living, kemudian mencari ayat yang selaras dengan makna frugal living tadi. lalu ayat-ayat ini dibahas secara tematik dalam tafsir karya Moh. E. Hasim, yaitu Ayat Suci Lenyepaneun. Pendekatan adab ijtima’i tafsir ini menjadi pendekatan Hasim dalam menafsirkan ayat. Langkah selanjutnya adalah analisis mendalam terhadap penafsiran Hasim dengan membandingkan dengan nilai – nilai frugal living yang ada. Setelah itu didapat, bahwasanya Hasim megintegrasikan budaya Sunda dalam penafsirannya terhadap ayat-ayat frugal living. Maka dari itu didapatlah kesimpulan sebagaimana disebutkan di atas.
Tesis ini berbeda pandangan dengan pendapat Martin Albert (2019), John L. Lastovicka (1999), E. Suárez (2020), dan Deborah Taylor-Hough (2023). Mereka memandang frugal living hanya terbatas pada lingkup materi dan tidak ada relevansinya dengan nilai – nilai rohani.
Tesis ini sejalan dengan pendapat Jujun Juanda (2017), dan Jajang A. Rohmana (2013) dalam hal kontektualisasi penafsiran menggunakan budaya Sunda. Dalam hal mengembangkan harta yang ada, tesis ini memiliki kesamaan dengan Anisa Maisyarah (2022), Janri D Manafe (2022), dimana untuk bertahan, perlu mengembangkan harta lewat wirausaha. Kemudian dalam hal adanya kaitan frugal living dengan dimensi spiritual, dan bukan hanya bersifat materi, tesis ini sejalan Muhammad Fadhlullah (2025), dan Anita Luthfiana Harahap (2024).
Tesis ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) yang bertujuan untuk memperoleh pemahaman komprehensif mengenai konsep frugal living dalam perspektif Al-Qur’an serta relevansinya sebagai alternatif solusi atas fenomena gaya hidup konsumtif. Penelitian ini mendeskripsikan dan menganalisis fenomena konsumerisme, prinsip-prinsip frugal living, serta ajaran-ajaran Al-Qur’an yang berkaitan dengannya. Selain itu, penelitian ini mengeksplorasi keterkaitan antara prinsip-prinsip frugal living sebagaimana tercermin dalam Tafsir Ayat Suci Lenyepaneun dengan implementasinya dalam upaya mengatasi gaya hidup konsumtif dalam konteks kehidupan kontemporer.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | 200. Agama > 2X1. Al-qur'an dan Ilmu yang Berkaitan |
| Divisions: | Pascasarjana > Tesis > Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Kamir Kamir |
| Date Deposited: | 11 Apr 2026 06:37 |
| Last Modified: | 11 Apr 2026 06:37 |
| URI: | https://repository.ptiq.ac.id/id/eprint/2010 |
