Bilkis Hidayat, Fitria (2025) Urgensi Dukungan pada Ibu Menyusui dalam Al-Qur`an. Masters thesis, Universitas PTIQ Jakarta.
2025-FITRIA BILKIS HIDAYAT-2023.pdf - Accepted Version
Download (1MB)
Abstract
Kesimpulan tesis ini adalah: Al-Qur`an menganjurkan pemberian ASI selama dua tahun sebagai bentuk perhatian terhadap kesehatan dan kesejahteraan bayi, baik secara fisik, psikologis, maupun spiritual. Pemberian ASI dipandang sebagai rezeki langsung dari Allah, dengan kandungan nutrisi yang ideal untuk membentuk sistem kekebalan tubuh bayi. Dalam tradisi fikih Islam, para ulama sepakat bahwa menyusui anak merupakan kewajiban bagi ibu, kecuali apabila terdapat alasan yang sah yang menghalangi pelaksanaannya. Ketentuan ini didasarkan pada prinsip-prinsip hukum Islam yang merujuk pada Al-Qur`an dan hadis Nabi Muhammad Saw. Namun, mayoritas imam mazhab tafsir berpendapat bahwa hukum menyusui adalah sunnah, berdasarkan dalil-dalil yang terdapat dalam ayat-ayat Al-Qur`an. Syariat menyusui yang diperintahkan oleh Allah bukanlah tanpa maksud dan tujuan, melainkan sarat dengan hikmah dan bukti kebesaran-Nya.
Meskipun demikian, Islam juga memberikan keringanan (rukhsah) bagi ibu yang mengalami kendala, dengan memperbolehkan penyapihan lebih awal atau penggunaan ibu susu. Faktor keberhasilan pemberian ASI meliputi unsur internal (seperti usia, pengetahuan, kondisi fisik dan emosional ibu) serta faktor eksternal (termasuk status sosial, ekonomi, budaya, pendidikan, dukungan keluarga, dan kebijakan tempat kerja).
Tesis ini memiliki kesamaan pendapat dengan Rosenstock (1974), Icek Ajzen (1985), Nasaruddin Umar (2020), WHO (2019), Imam Malik (W. 795 M), Ibn Katsir (W. 1374 M), Imam Al-Qurthubi (W. 1273 M), Quraish Shihab (2002), dan Wahbah az-Zuhaili (W. 2015 M), yang menyatakan bahwa pemberian ASI selama dua tahun merupakan durasi maksimal yang dianjurkan, sedangkan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama sangat disarankan sebagai bentuk pemenuhan kebutuhan nutrisi awal bayi. Rasa percaya diri dalam menyusui memainkan peran penting, karena ibu yang percaya diri akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan selama masa menyusui. Kepercayaan diri ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain kondisi kesehatan ibu, status pekerjaan, pengetahuan tentang menyusui, latar belakang budaya, tingkat pendidikan, dan jenjang karier.
Temuan dalam tesis ini secara teoritis dan konseptual tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Perbedaan hanya terletak pada pandangan para ulama, di mana ulama tafsir cenderung menyebutkan bahwa menyusui bersifat sunnah, sedangkan ulama fikih berpendapat bahwa menyusui merupakan kewajiban sebagaimana tercantum dalam Al-Qur`an.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tafsir maudhû’î dan metode historis-kritis-kontekstual. Sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | 200. Agama > 2X1. Al-qur'an dan Ilmu yang Berkaitan |
| Divisions: | Pascasarjana > Tesis > Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Kamir Kamir |
| Date Deposited: | 11 Apr 2026 06:45 |
| Last Modified: | 11 Apr 2026 06:45 |
| URI: | https://repository.ptiq.ac.id/id/eprint/2011 |
