repository ptiq

Transformasi Kepemimpinan dalam Pendidikan Islam di Era Digital dalam Tinjauan Pradigma Akal Cerdas Buya Hamka

Adi Putra, Ali (2025) Transformasi Kepemimpinan dalam Pendidikan Islam di Era Digital dalam Tinjauan Pradigma Akal Cerdas Buya Hamka. Masters thesis, Universitas PTIQ Jakarta.

[thumbnail of Naskah Tesis] Text (Naskah Tesis)
2025-ALI ADI PUTRA-2022.pdf - Accepted Version

Download (1MB)

Abstract

Konsep pemikiran Buya Hamka perihal kepemimpinan. Pemikiran kepemimpinan Buya Hamka menawarkan pendekatan holistik yang mengintegrasikan aspek spiritual, moral, dan sosial dalam menjalankan kepemimpinan. Begitupun Pendidikan di era digital ini, konsep yang disajikan oleh Buya Hamka bahwa Pendidikan Islam Pradigma Buya Hamka terdiri dari dua makna, yaitu penyaluran ilmu pengetahuan (ta’lim). Mendidik atau mengsuh yaitu dengan kombinasi pendidikan akal dan pembentukan adab serta pengembangan potensi (Tarbiyah). Dasar dari pendidikan Islam ialah Al-Qur’ān, As-Sunnah, dan panca indra. Tujuan dari pendidikan Islam terdiri dari dua dimensi, yaitu tujuan ukhrawi dan duniawi. Tujuan ukhrawi adalah untuk mencari ridha Allah Swt, sedangkan tujuan duniawi ialah untuk membangun budi pekerti dan bekal hidup dalam masyarakat.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, sifatnya kepustakaan (library research) dengan mengumpulkan sumber-sumber kepustakaan. Kajian yang merupakan penelitian kepustakaan ini bersifat analisis dalam membuktikan adanya Transformasi Kepemimpinan dalam Pendidikan Islam Pradigma akal cerdas yang dituangkan Oleh Buya Hamka dalam karya-karyanya.
Hasil penelitian ini menemukan, bahwa. 1) Konsep kepemimpinan Buya Hamka. Berfokus pada prinsip-prinsip Islam, seperti, Integritas, Keadilan, Khidmah atau pelayanan kepada umat. 2) Buya Hamka memberikan pemahaman bahwa kepemimpinan yang dilandasi oleh takwa bukan hanya sekadar upaya menjalankan tugas administratif, tetapi juga merupakan bentuk ibadah yang memiliki dimensi spiritual dan moral yang tinggi. 3) Pendidikan Islam Pradigma Buya Hamka terdiri dari dua makna, yaitu penyaluran ilmu pengetahuan (ta’lim). Mendidik atau mengsuh yaitu dengan kombinasi pendidikan akal dan pembentukan adab serta pengembangan potensi (Tarbiyah). Dasar dari pendidikan Islam ialah Al-Qur’ān, As-Sunnah, dan panca indra. Tujuan dari pendidikan Islam terdiri dari dua dimensi, yaitu tujuan ukhrawi dan duniawi. Tujuan ukhrawi adalah untuk mencari ridha Allah Swt, sedangkan tujuan duniawi ialah untuk membangun budi pekerti dan bekal hidup dalam masyarakat.
Penelitian ini menyimpulkan, bahwa adanya Transformasi Kepemimpinan dalam Pendidikan Islam dapat dilakukan dengan mengikuti perkembangan zaman dengan tidak meninggalkan esensi keislaman. Dengan melihat dasar dan tujuan Kepemimpinan Pendidikan Islam, bahwa konsep Kepemimpinan Pendidikan Islam Buya Hamka pada masanya tersebut masih sangat Relevan dengan Pendidikan Islam di era digital dan kontemporer ini.

Kata Kunci: Kepemimpinan, Pendidikan Islam, Era Digital.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: 300. Ilmu Sosial > 303. Proses Sosial > 303.3. Koordinasi dan Kontrol > 303.34. Kepemimpinan
Divisions: Pascasarjana > Tesis > Manajemen Pendidikan Islam
Depositing User: Kamir Kamir
Date Deposited: 12 Apr 2026 02:03
Last Modified: 12 Apr 2026 02:03
URI: https://repository.ptiq.ac.id/id/eprint/2018

Actions (login required)

View Item
View Item