Zakiyamani, Zakiyamani (2024) Metode Profetik dalam Pendidikan Karakter Kepemimpinan Perspektif Al-Quran. Doctoral thesis, Universitas PTIQ Jakarta.
2024-ZAKIYAMANI-2017.pdf - Accepted Version
Download (4MB)
Abstract
Kesimpulan disertasi ini memuat sejumlah metode profetik dalam pendidikan karakter kepemimpinan perspektif Al-Quran. Sebuah metode yang didasarkan pada cara dan nilai-nilai yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam medidik karakter kepemimpinan para sahabatnya. Metode yang memadukan nilai-nilai spiritual, moral, dan praktis yang diterapkan dalam membentuk karakter pemimpin yang jujur (shiddīq), dapat dipercaya (amānah), komunikatif (tablīg), dan cerdas (fathānah). Metode tersebut juga efektif dalam melahirkan pemimpin Islami yang mengamalkan ajaran Islam, pemimpin yang bisa menjadi teladan yang baik, bertanggung jawab dalam melaksanakan tugasnya, adil dan memperhatikan kesejahteraan para pengikutnya. Temuan menarik lainnya dari disertasi ini adalah keberhasilan Nabi Muhammad SAW menjadi seorang pemimpin, tokoh nomor satu yang paling berpengaruh di dunia, dan juga seorang pendidik yang sukses melahirkan para pemimpin dan generasi terbaik umat ini.
Kesimpulan tersebut diperoleh dengan cara melakukan kajian mengenai ayat-ayat Al-Quran yang mengisyaratkan tentang metode profetik dan pendidikan karakter kepemimpinan, kemudian dianalisis secara komprehensif dengan penafsiran tematik terhadap ayat-ayat tersebut. Kesimpulan disertasi ini juga diperoleh dengan melakukan analisis tentang cara atau proses interaksi Nabi Muhammad SAW dengan para sahabatnya yang berpengaruh pada pembentukan karakter kepemimpinan dan pengembangan keterampilan dan kemampuan memimpin.
Disertasi ini memiliki pandangan yang sama dengan Warren Bennis (1985) yang mengemukakan bahwa seorang pemimpin itu dididik bukan dilahirkan, juga memiliki kesamaan pendapat dengan Muhammad Akrom Al- ‘Adlūni (2000) dan Ronny Siagian (2019) bahwa karakter kepemimpinan dapat dididik dan ditanamkan kepada seseorang dan menumbuhkembangkan karakter kepemimpinan perlu diasah melalui porses pembelajaran, baik melalui pendidikan formal, pelatihan, belajar dari pengalaman dan lain sebagainya. Disertasi ini memiliki perbedaan pendapat dengan Thomas Carlyle (1869) dan William James (1910) bahwa pemimpin itu dilahirkan, tidak dibentuk. Pemimpin adalah orang-orang yang memiliki sifat-sifat luar biasa dengan kualitas istimewa sejak lahir dan ditakdirkan untuk menjadi pemimpin.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan data kepustakaan melalui tahapan analisis deskriptif (descriptive analysis), analisis isi (content analysis), dan konklusi data (conclusion drawing) sehingga diperoleh kesimpulan sesuai dengan tujuan penelitian. Sedangkan metode penafsiran yang digunakan adalah metode tafsir tematik (maudhû’î) dengan pendekatan historis pada kehidupan Nabi Muhammad SAW.
| Item Type: | Thesis (Doctoral) |
|---|---|
| Subjects: | 200. Agama > 2X1. Al-qur'an dan Ilmu yang Berkaitan |
| Divisions: | Pascasarjana > Disertasi > Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Kamir Kamir |
| Date Deposited: | 12 Apr 2026 08:28 |
| Last Modified: | 12 Apr 2026 08:28 |
| URI: | https://repository.ptiq.ac.id/id/eprint/2035 |
