repository ptiq

Pendidikan Holistik Berbasis Karakter dalam Perspektif Al-Qur’an

Safaat, Saat (2017) Pendidikan Holistik Berbasis Karakter dalam Perspektif Al-Qur’an. Doctoral thesis, Institut PTIQ Jakarta.

[thumbnail of Pendidikan Holistik Berbasis Karakter dalam Perspektif Al-Qur’an] Text (Pendidikan Holistik Berbasis Karakter dalam Perspektif Al-Qur’an)
2017-Saat Safaat-2014.pdf

Download (1MB)

Abstract

Paradigma pendidikan holistik berbasis karakter dalam perspektif al-Qur`an mengusung teori humanisme holistik teosentris. Hal ini berdasarkan isyarat al-Qur`an bahwa manusia memiliki lima aspek totalitas pribadi yang holistik meliputi: 1) aspek jismiah (fisik-biologis), 2) aspek nafsiah (psikis), 3) aspek ruhaniah (spiritual-transedental), 4) aspek sosial, dan 5) aspek kultural. Sehingga manusia menjadi mahluk jasadiyah dan ruhaniah yang sempurna.
Hal yang menarik yang ditemukan dalam disertasi ini adalah bahwa pendidikan holistik berbasis karakter adalah pendidikan yang membangun seluruh potensi manusia secara kaffah dengan mengembangkan semua potensi manusia yang meliputi aspek fisik, akademik, emosi, kreatif, sosial dan spritual yang diintegrasikan dengan pembentukan karakter (akhlak) yang mengarahkan semua aspek tersebut pada aktualisasi nilai-nilai al-Qur`an dan keteladanan.
Disertasi ini juga mengungkapkan bahwa manusia tidak bisa berdiri sendiri (habl ma`a nafsih), namun terkait erat dengan lingkungannya (habl ma`ah biatih), manusia tidak bisa terlepas dari manusia lainnya (habl ma`a al-ikhwanih), manusia juga bergantung kepada Allah (habl ma`a Khaliqih) yang Maha Esa selaku pencipta dan penentu hidupnya.
Disertasi ini memiliki persamaan pendapat dengan Schopenhaur (1860), William Stern (1938), Abraham Maslow, Henry A Murray (1930) Kurt Goldstein (1939) Andreas Angyal (1902), Ibnu Sina (1037), Howard Gadner (1983), Buya Hamka (1981), M.Yusuf al-Qurdhawi (1926), Ki Hadjar Dewantara (1961), yang menyatakan bahwa anak sejak lahir telah memiliki potensi yang berupa bawaan yang harus dikembangkan sesuai dengan potensinya secara konseptual memerlukan metode dan sarana pendidikan.
Disertasi ini miliki perbedaan pendapat dengan John Locke (1704) dan Francis Bacon (1626) bahwa anak tidak memiliki potensi sejak lahir, seperti kertas kosong yang dikenal dengan konsep tabularasa. Dan disertasi ini tidak membatasi pada rana Bloomian saja dalam pandangan al-Qur`an pendidikan bersifat syumuliyyah wa mutakamillah, komprehensif dan terpadu, meliputi segala bidang ilmu, keterampilan dan berorientasi dunia akherat.
Metode penafsiran yang digunakan dalam penelitian ini adalah: metode tafsir maudhu’i/tematik. Sedangkan pendekatan yang digunakan adalah metode kualitatif. Metode kualitatif digunakan untuk menghasilkan data yang bersifat deskriptif yang hasilnya disajikan dalam bentuk kualitatif.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: 300. Ilmu Sosial > 370. Pendidikan
Divisions: Pascasarjana > Disertasi > Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Andi Jumardi
Date Deposited: 03 Dec 2021 06:48
Last Modified: 03 Dec 2021 06:48
URI: https://repository.ptiq.ac.id/id/eprint/425

Actions (login required)

View Item
View Item