repository ptiq

Pendidikan Anti Ketertarikan Sesama Jenis Bagi Laki-Laki Untuk Kesehatan Jiwa Pada Tingkat Menengah Atas

Martanti, Ine (2021) Pendidikan Anti Ketertarikan Sesama Jenis Bagi Laki-Laki Untuk Kesehatan Jiwa Pada Tingkat Menengah Atas. Masters thesis, Institut PTIQ Jakarta.

[thumbnail of Pendidikan Anti Ketertarikan Sesama Jenis Bagi Laki-Laki Untuk Kesehatan Jiwa Pada Tingkat Menengah Atas] Text (Pendidikan Anti Ketertarikan Sesama Jenis Bagi Laki-Laki Untuk Kesehatan Jiwa Pada Tingkat Menengah Atas)
2021-INE MARTANTI-2021.pdf - Accepted Version

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model pendidikan anti ketertarikan sesama jenis bagi laki-laki untuk kesehatan jiwa pada tingkat menengah atas. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan mencari pustaka yang relevan yaitu jurnal nasional, jurnal internasional, dan buku-buku yang berkaitan dengan pendidikan, agama, kesehatan jiwa, dan homoseksual. Setelah seluruh data pustaka terkumpul kemudian dilakukan analisis data dengan cara deskriptif kritis. Kesimpulan penelitian adalah 1) Model pendidikan anti ketertarikan anti gay (atau sesama jenis) bisa menggunakan pendidikan yang sejalan dengan konsep Islam. 2) Model pendidikan anti ketertarikan anti gaya menggabungkan antara konsep psikoterapi dengan Al-Qur‘an, psikoterapi dengan puasa, psikoterapi dengan zikir dan psikoterapi dengan zikir. 3) Model pendidikan anti ketertarikan sesama jenis pada siswa laki-laki juga meskipun menggunakan pendidikan Islam dapat juga menggunakan pendekatan konteks budaya pada masyarkat tersebut. 3) Informasi yang diberikan pada model pendidikan anti ketertarikan anti sesama jenis merupakan usaha penyuluhan dan penyembuhan bukan pada pada aspek diskriminasi. 4) Model pendidikan anti ketertarikan anti sesama jenis harus melibatkan peran orang tua, sekolah, masyarakat, lembaga kesehatan dan negara. Hasil penelitian ini kemudian menyelarasi pandangan Thomas (1958) dan Estrada dkk (2019) yang menyatakan bahwa pendidikan agama memiliki kontribusi sangat penting dalam membangun kesehatan jiwa di sekolah. Penelitian ini sekaligus menyelarasi pandangan pandangan Koenig (2001), Hackney dan Sanders (2003), Hawari (2009), Susanto (2017), dan Elk (2021) yang menyatakan bahwa agama atau religiusitas menjadi factor penting dalam menjaga dan kesehatan jiwa. Penelitian ini kemudian menyelisihi pandangan Jacob (2013) yang melakukan sekulerisasi pendidikan dengan memisahkan antara pendidikan, agama, dan kesehatan jiwa. Penelitian ini sekaligus menolak pandangan Blackwell dan Dziegielewski (2004), Khoir (2006), Barlow dan Durand (2012), serta
Adihartonon dan Jackson (2020), yang menggangap bahwa homoseksual merupakan perilaku yang tidak menyimpang atau bukan dari bagian penyakit kejiwaan dan homoseksual selalu mendapatkan diskriminasi.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: 300. Ilmu Sosial > 370. Pendidikan
Divisions: Pascasarjana > Tesis > Manajemen Pendidikan Islam
Depositing User: Siti Mariam
Date Deposited: 16 Mar 2022 02:46
Last Modified: 16 Mar 2022 02:46
URI: https://repository.ptiq.ac.id/id/eprint/529

Actions (login required)

View Item
View Item