Said Arwani, Achmad (2025) Tazkiyah An-Nafs menurut Tafsir Al-Azhar dan Penerapannya dalam Pendidikan Remaja. Masters thesis, Universitas PTIQ Jakarta.
2025-ACHMAD SAID ARWANI-2023.pdf - Accepted Version
Download (1MB)
Abstract
Tesis ini menyimpulkan bahwa konsep tazkiyah an-nafs dalam Tafsir Al-Azhar dapat diterapkan dalam dunia pendidikan remaja. Konsep tazkiyah an-nafs Hamka dalam Tafsir Al-Azhar dibangun atas dasar tauhid, mengedepankan pembersihan jiwa dengan cara memperbaiki budi, membuang perangai-perangi buruk dalam diri, kemudian menghiasai diri dengan perangai-perangai budi yang baik. Dengan memahami karakter, kebutuhan, dan problematika remaja, konsep tazkiyah an-nafs Hamka dalam Tafsir Al-Azhar dapat diimplementasikan dalam kegiatan intakulikuler dan kokurikuler pada kurikulum pendidikan remaja.
Dalam kegiatan intrakulikuler ilmu tauhid menjadi ilmu yang utama diajarkan untuk menghindarkan anak didik dari penyakit jiwa yang terbesar yaitu syirik. Sedangkan dalam kegiatan pendidikan kokurikuler, tazkiyah an-nafs diterapkan dalam berbagai macam disiplin dan aktivitas seperti: salat berjama’ah di masjid, berzikir, berdoa, bersedekah, berpuasa, bersalaman, berpakaian menutup aurat, berpakaian sederhana, membudayakan antri, dan melaksanakan ujian dengan penuh kejujuran.
Tesis ini sejalan dengan pandangan Abu Hamid Al-Ghazali (w. 505 H) dalam metode yang diterapkan yaitu takhallî, taḫallî, dan tajallî. Tesis ini juga sesuai dengan konsep pendidikan jiwa perspektif Ibu Qayyim Al-Jawziy (w. 751 H), yang menekankan bahwa esensi pendidikan jiwa adalah mendidik anak agar menjadi anak didik yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. Selain itu, tesis ini mendukung pandangan Ibnu Taimiyah (w. 728 H), Mohamad Natsir (w. 1993 M), dan Syed Muhammad Naquib Al-Attas.
Temuan dalam tesis ini berbeda dengan pendapat para tokoh pendidikan sekuler, yang mengabaikan sisi religius, tidak menyertakan pelajaran agama dalam proses pendidikan dan tidak menjadikan jiwa sebagai salah satu objek pendidikan. Seperti: John Dewey (w. 1952 M), Robert Maynard Hutchins (w. 1977 M), George Holyoake (w. 1906 M), pandangan mereka dalam pendidikan yakni berfokus pada ilmu pengetahuan yang rasional, empiris, dan berbasis metode ilmiah.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), didukung analisis tafsir tematik (mawdhûî’). Data primer bersumber dari Al-Qur’an dan Tafsir Al-Azhar, sedangkan data sekunder berasal dari literatur akademik terkait tazkiyah an-nafs dan pendidikan remaja. Teknik analisis dilakukan secara deskriptif-analitis dengan menelaah interpretasi Hamka dalam tafsirnya kemudian dikorelasikan dengan metode pendidikan remaja, sehingga dapat diaktualisasikan konsep tazkiyah an-nafs Tafsir Al-Azhar dalam pendidikan remaja.
Kata Kunci: Tazkiyah An-Nafs, Tafsir Al-Azhar, Hamka, Pendidikan Remaja.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | 200. Agama > 2X1. Al-qur'an dan Ilmu yang Berkaitan |
| Divisions: | Pascasarjana > Tesis > Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Kamir Kamir |
| Date Deposited: | 04 Jan 2026 01:42 |
| Last Modified: | 04 Jan 2026 01:42 |
| URI: | https://repository.ptiq.ac.id/id/eprint/1924 |
