Hurrahmi, Mifta (2025) Libâs At-Taqwâ dalam Perspektif Al-Qur`an (Studi Komparatif Tafsîr al-Mishbâh dan Tafsîr al-Azhar). Masters thesis, Universitas PTIQ Jakarta.
2025-MIFTA HURRAHMI-2021.pdf - Accepted Version
Download (1MB)
Abstract
Penelitian ini mengkaji konsep libâs at-taqwâ dalam perspektif Al-Qur’an sebagai respons terhadap realitas sosial pemakaian busana Muslim di Indonesia yang seringkali hanya dipahami secara lahiriah. Istilah pakaian taqwâ kerap dikaitkan dengan pakaian ibadah, seperti untuk salat, namun dalam praktiknya mengalami distorsi makna, komersialisasi, serta kehilangan nilai-nilai spiritual yang mendasarinya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan tafsir tematik (maudhu‘i) dengan metode studi pustaka, mengacu pada dua karya utama: Tafsîr al-Mishbâh oleh M. Quraish Shihab dan Tafsîr al-Azhar oleh Hamka. Penelitian ini juga mengulas biografi, corak pemikiran, dan metode tafsir kedua mufasir tersebut untuk memahami kedalaman makna libâs at-taqwâ sebagaimana disebutkan dalam Surah al-A‘râf/7:26 dan al-Ahzâb/33:59.
Temuan menunjukkan bahwa, ada perbedaan antara penafsiran Quraish Shihab dan Hamka terhadap ayat ini. mengenai makna libâs at-taqwâ. Keduanya menekankan pentingnya memaknai pakaian takwa sebagai simbol dari kondisi batin yang tunduk kepada Allah, bukan semata-mata busana fisik. Bagi Quraish Shihab, pakaian batin adalah pakaian sejati dalam Islam, sedangkan Hamka menegaskan bahwa pakaian fisik yang sesuai syariat merupakan perwujudan nyata dari ketakwaan yang bersumber dari dalam hati. Penelitian ini menyoroti pula peranan taqwâ yang mendasari konsep libâs at-taqwâ, yaitu sebagai pelindung diri dari dosa, penjaga dari kerusakan moral, bekal spiritual, dan naungan kehidupan yang tenang. Dalam konteks pakaian, taqwâ tercermin melalui penutupan aurat, kesopanan, serta akhlak yang baik. Takwa bukan hanya kondisi batin, tetapi nilai aktif yang memengaruhi seluruh aspek kehidupan, termasuk dalam berpenampilan. Al-Qur`an memaknai libâs at-taqwâ bukan sekadar pakaian fisik, tetapi sebagai simbol ketundukan batin kepada Allah Swt., yang tercermin dalam akhlak, kesopanan, dan kesadaran spiritual.
Penelitian ini menyoroti lima bentuk implementasi nilai libâs at-taqwâ dalam kehidupan modern, yaitu sebagai simbol kesadaran diri dan ketakwaan, refleksi moderasi dan estetika syar‘i, pelindung sosial dan etika, identitas keislaman dalam masyarakat plural, serta medium dakwah di tengah tantangan globalisasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemahaman terhadap libâs at-taqwâ harus bersifat holistik, mencakup dimensi batiniah dan lahiriah secara seimbang, sebagaimana dituntunkan oleh Al-Qur’an.
Kata Kunci: Libâs at-Taqwâ, Tafsîr al-Mishbâh, Tafsîr al-Azhar.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | 200. Agama > 2X1. Al-qur'an dan Ilmu yang Berkaitan |
| Divisions: | Pascasarjana > Tesis > Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Kamir Kamir |
| Date Deposited: | 22 Jan 2026 09:40 |
| Last Modified: | 22 Jan 2026 09:40 |
| URI: | https://repository.ptiq.ac.id/id/eprint/1936 |
